Disnakertrans Adakan Pelatihan Tata Boga Khusus OAP
NABIRE - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Nabire, mengadakan pelatihan Tata Boga. Kegiatan tata boga berdasarkan unit kompetensi untuk meningkatkan ketrampilan kerja bagi masyarakat atau Orang Asli Papua (OAP).

NABIRE - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Nabire, mengadakan pelatihan Tata Boga. Kegiatan tata boga berdasarkan unit kompetensi untuk meningkatkan ketrampilan kerja bagi masyarakat atau Orang Asli Papua (OAP).
Kepala Disnakertrans Nabire, Marselianus Rae, S.Pd mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi berwirausaha untuk masyarakat OAP. Pelatihan ini diikuti oleh 60 peserta khusus masyarakat OAP. Selama pelatihan, peserta akan mendapat pembelajaran tentang berbagai aspek tata boga, termasuk teknik memasak dan penyajian.
"Mereka semua hadir dalam suasana yang ceria, suasana yang riang gembira untuk menyambut kegiatan melaksanakan pelatihan ini selama lima hari itu," kata Maresilianus Rae di Aula SMKN 1 Senin (5/08/2024) kemarin.
Lanjutnya, pelatihan tata boga yang berjumlah 60 peserta ini baru pertama kali dilaksanakan.
"Saya ingin menyampaikan kepada wakil bupati, bahwa kami dari Dinas Ketenagakerjaan ini, melakukan pelatihan-pelatihan, namun mereka sebagai peserta ini hanya kami bisa memberi alat. Tetapi modal untuk mereka ini yang perlu kita pikirkan bersama," ucapnya.
Dirinya juga berusaha bagaimana memperhatikan OAP. Tetapi modal untuk mereka usaha ini masih sangat minim. "Jadi harapan kami untuk kedepan supaya modal usaha untuk OAP ini perlu diperhatikan," ujarnya.
Marselianus mengharapkan, dari 60 peserta ini supaya mengikuti pelatihan ini dengan baik. Sehingga dalam jangka lima hari, ketika selesai bisa membawa ilmu pengetahuan, bagaimana mengelola kue, terigu atau bahan-bahan yang ada di sini.
Sementara itu, Wakil Bupati Nabire, Ismail Djamaluddin sekaligus membuka kegiatan mengatakan, pelatihan ini merupakan langkah kongkrit dalam memperkuat ketrampilan pengetahuan peserta di tata boga. Dengan mengikuti pelatihan ini peserta akan mampu menghasilkan produk makanan berkualitas sesuai dengan standar yang berlaku.
"Ada bahan baku lokal yang nantinya diberikan pembelajaran ilmu, bagaimana untuk dikelola menjadi prodak yang bernilai ekonomis," ucapnya.
Ismail Djamaluddin menyakinkan kepada peserta setelah menyelesaikan ini peserta akan memiliki bekal yang kuat untuk berkontribusi dalam sektor kuliner dan membuka peluang usaha.
"Saya mewakili pemerintah daerah kabupaten Nabire mengapresiasi, kerjasama antara Dinas Ketenagakerjaan dan pihak-pihak terkait," katanya.
Di Nabire untuk memberikan manfaat bagi peserta dampak positif. Ismail Djamaluddin menyampaikan, bagaima caranya peserta setelah memiliki ketrampilan dalam mengolah sebuah makanan menjadi nilai ekonomis. Yang dapat menopang kebutuhan ekonomi ibu-ibu di rumah.
"Kita tidak hanya memberikan ketrampilan, pengetahuan, ilmu tetapi saya harap ada pendamping dan nanti ketika sudah mendapatkan sertifikat jangan hanya sebatas sertifikat tetapi betul-betul apa yang diajarkan oleh instruktur atau pelatih, kalau tidak mengerti tanya," ungkapnya. Lanjutnya, kegiatan ini bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus).
Hal senada yang disampaikan Ketua Panitia, Tience Pigome, S.Sos, yang menyebutkan, maksud dan tujuan pelatihan tata boga ini, yakni memberikan pengetahuan dan ketrampilan dasar kepada peserta agar dapat mengembangkan kemampuan dalam mengolah berbagai jenis kue. Meningkatkan upaya pembinaan dan pengembangan pendidikan dilingkungan masyarakat.
Tience Pigome mengatakan, materi dari kegiatan ini mulai dari pengenalan bahan kue, penggunaan alat masak, teknik pembuatan kue, teknik pengemasan kue yang baik dan benar dan sanitasi.
Kemudian dari sambutan Kepala SMKN 1 Nabire, Asranlundu Sinaga, S.Pd.,M.Pd, anak-anak adalah harta kekayaan terbesar Sumber Daya Manusia (SDM) di tanah Papua. Yang harus dididik, dan diajar. "Pada kesempatan ini kalau kita mengikuti kegiatan pelatihan tata boga, yakni persatuan unit kompetensi untuk meningkatkan ketrampilan kerja bagi masyarakat OAP," ujarnya.
Asranlundu menyampaikan, dalam pengetahuan ada yang dikatakan pendidikan formal, mana yang dikatakan pendidikan formal, yaitu di sekolah. Anak-anak ini dididik serta diajarkan ketrampilan agar mempunyai kemampuan ketrampilan untuk mengolah bahan baku menjadi berbagai jenis makanan.
Kegiatan pelatihan tata boga ini dihadiri oleh, Wakil Bupati Nabire, Kepala Disnakertrans, narasumber, staf-staf Disnaker, Kepala SMKN 1 Nabire, instruktur, Kepala Bappeda Nabire yang diwakili, para pengajar dan peserta tata boga.(sam)
Bagikan artikel ini



