Disnakertrans akan Adakan Sosialisasi Tenaga Kerja
NABIRE - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Nabire akan mengadakan sosialisasi tenaga kerja untuk umum. Sosialisasi ini akan dilaksanakan pada awal Juli mendatang, untuk tempat pelaksanaan kegiatan pelatihan dan sosialisasi, di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 dan SMK 2 Kabupaten Nabire.

NABIRE - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Nabire akan mengadakan sosialisasi tenaga kerja untuk umum. Sosialisasi ini akan dilaksanakan pada awal Juli mendatang, untuk tempat pelaksanaan kegiatan pelatihan dan sosialisasi, di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 dan SMK 2 Kabupaten Nabire.
Tujuan dari sosialisasi tersebut, Kepala Disnakertrans Nabire, Marselinus Ray menyampaikan, untuk mengenalkan dunia kerja, dalam kegiatan sosialisasi mengkelompokan menjadi dua kelompok, yakni kelompok pertama tata boga, berjumlah 70 peserta dan kelompok kedua pengelasan berjumlah 60 peserta, jumlah keseluruhan peserta sebanyak 130 peserta.
"Kegiatan dari pelatihan itu sendiri memakan waktu sampai lima hari, diharapkan peserta betul-betul dengan mengikuti seksama dan penuh perhatian, sehingga ilmu yang diberikan oleh narasumber maupun instruktur bisa bermanfaat bagi mereka," ucapanya, ssai ditemui di ruang kerjanya, Selasa (25/6/2024) kemarin.
Marselinus mengharapkan, para peserta ini, ketika pelatihan itu selesai menargetkan peserta harus bisa membagikan ilmu lagi kepada masyarakat yang lain. Bukan hanya untuk dirinya sendiri.
"Seperti tata boga, mereka dibekali dengan ilmu, bagaimana membuat kue yang baik, dan bisa dipasarkan untuk ekonomi keluarga," paparnya.
Marselinus menginginkan dari 130 peserta bisa berkembang, menjadi 260 peserta kalau bisa, satu peserta bisa menurunkan ilmunya untuk satu orang.
Pelatihan ini juga bisa berlanjut, dari Disnakertrans untuk tahun berikutnya akan adakan pelatihan lagi, sehingga bisa menciptakan tenaga kerja yang produktif, yang bisa menghasilkan uang demi kebutuhan keluarga.
Marselinus memfokuskan, pelatihan dan sosialisasi pada masyarakat Papua atau Orang Asli Papua (OAP), dikarenakan sumber dananya dari Otonomi Khusus (Otsus), itu dititikberatkan pada OAP.
"Peserta ini syukur-syukur ada kemauan membuka usaha, seperti membuat kue-kue untuk tata boga, dan untuk pengelasan bisa buka bengkel las," pungkasnya.(sam)
Bagikan artikel ini



