NABIRE – Dua kabupaten, yakni Kabupaten Intan Jaya dan Paniai menitip calon ahli gizi ke Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES) Persada Nabire sebagai calon mahasiswa yang akan dikembalikan ke daerah. Bupati dan Kepala Dinas Kesehatan dari dua kabupaten tersebut mengutus tenaga ahli gizi  melalui rekomendasi calon mahasiswa jurusan Gizi dengan jenjang Strata 1 di STIKES Nabire.

Ketua STIKES Persada Nabire, Paulus Talakua usai Kuliah Umum Mahasiswa STIKES Persada gelombang kedua di Aula Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Nabire, Senin (10/8) mengatakan mahasiswa gelombang kedua ini, ada mahasiswa yang direkomendasikan oleh pemerintah Kabupaten Intan Jaya dan Paniai. 

Talakua merinci, 12 mahasiswa dari Intan Jaya yang mendaftar, 3 diantaranya direkomendasikan oleh pemerintah daerah. Sementara dari mahasiswa yang direkomendasikan oleh pemerintah Kabupaten Paniai sebanyak 2 orang. Ia menyebut, penerimaan mahasiswa angkatan kedua sebanyak 41 orang. Masih ada beberapa calon mahasiswa yang mendaftar lewat online dari Jayapura, hanya belum ke Nabire karena alasan akses transportasi.

Ketika ditanya, STIKES bekerja sama dengan lembaga mana, Talakua mengatakan tidak ada kerjasama dengan perguruan tinggi lain tetapi langsung berada di bawah LL Pendidikan Tinggi (Dikti). STIKES mandiri, tidak dibawah perguruan mana-mana, cuma hanya dibawah Yayasan Persada Nabire. Kuliah umum STIKES Nabire yang disampaikan guru besar dari Universitas Gaja Mada (UGM), Yogyakarta, Dr Toto Sudargoa dengan materi masalah pangan gizi. Kuliah umum tersebut juga dihadiri utusan dari LL Dikti dan saat itu memuji keberadaan STIKES Nabire.

Talakua optimis STIKES Nabire tidak akan kalah bersaing dengan perguruan swasta lainnya. Sebab, selain akan memiliki kampus tersendiri, design-nya sudah ada, STIKES juga akan membuka jurusan lain dibutuhkan masyarakat khusus bidang kesehatan di daerah ini khususnya dan Papua pada umumnya. Sebab, sekalipun baru menerima mahasiswa gelombang ke dua, peminat cukup banyak. Mahasiswa angkatan kedua, kebanyakan berasal dari beberapa kabupaten di bagian pedalaman terutama dari Kabupaten Intan Jaya dan Paniai.

Menyinggung fasilitas dan tenaga dosen, Talakua mengatakan, berdasarkan penilaian kelayakan langsung dari Kementerian sebelum mengeluarkan izin, sudah memenuhi syarat sehingga STIKES mendapat izin dari Kementerian Dikti. Sementara untuk tenaga dosen, STIKES Persada diperkuat oleh 10 tenaga magister yang sudah terdaftar di kementerian. Sementara itu, Ketua Yayasan Persada Nabire, Rustam Yusuf mengatakan, pengembangan pendidikan sepenuhnya dipercayakan kepada perguruan tinggi, yayasan hanya urusan lain. Rustam menyatakan bangga karena utusan dari LL Dikti yang hadir memuji kehadiran STIKES Nabire sehingga penilaian tersebut akan mempermudah proses akreditasi. Menurut rencana, STIKES akan mengikuti akreditasi tahun depan untuk akreditasi B, sebab STIKES Nabire sudah terakreditasi C. (ans)