Dua Fungsi Kosgoro dalam Golkar
NABIRE - Fungsi Kosgoro menurut Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tanjung, S.S.I.,M.T., sebagai Ketua Dewan Pakar PPK Kosgoro 1957, bukan hanya sekedar menopang kekuatan atau membina kegiatan yang ada di lingkungan Partai Golongan Karya (Golkar), tetapi ada dua fungsi di organisasi Kosgoro, seperti fungsi vertikal, sebuah hubungan aspiratif historis dengan partai Golkar serta fungsi horizontal, membangun kerjasama dengan organisasi lain, yang bukan di dalam naungan Golkar.

NABIRE - Fungsi Kosgoro menurut Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tanjung, S.S.I.,M.T., sebagai Ketua Dewan Pakar PPK Kosgoro 1957, bukan hanya sekedar menopang kekuatan atau membina kegiatan yang ada di lingkungan Partai Golongan Karya (Golkar), tetapi ada dua fungsi di organisasi Kosgoro, seperti fungsi vertikal, sebuah hubungan aspiratif historis dengan partai Golkar serta fungsi horizontal, membangun kerjasama dengan organisasi lain, yang bukan di dalam naungan Golkar.
Ahmad Doli menyampaikan, tidak ada partai selain Golkar yang memiliki banyak organisasi yang ada dibawah naungannya, seperti Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI), Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kasgoro), Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Kesatuan Perempuan Partai Golkar(KPPG), Satkar Ulama Indonesia, Al-Hidayah, Himpunan Wanita Karya, Majelis Dakwah Indonesia.
"Kalau bisa organisasi Kosgoro dijalankan dengan tepat, supaya bisa menjadi salah satu organisasi yang besar di Papua Tengah, Kosgoro juga memiliki sifat atau sikap organisasinya yang bisa membuka diri dengan organisasi yang lain dan bisa menjalankan tanggung jawabnya sebagai organisasi dibawah naungan partai politik," katanya.
Kata Ahmad Doli, inti dari Kosgoro adalah koperasi simpan pinjam gotong royong, sehingga apa yang dikembangkan oleh Kosgoro di Papua Tengah ini sangat baik, untuk mengembangkan ekonomi masyarakat.
"Kosgoro harus bisa membangun hubungan dengan masyarakat politik, masyarakat sosial, masyarakat ekonomi masyarakat budaya, masyarakat adat serta yang lainnya yang ada di Papua Tengah, sehingga Kosgoro ini akan menjadi salah satu organisasi yang besar kedepannya,"tandasnya.
Kosgoro 1957 mengkaderkan figur-figur muda untuk memimpin di masa depan demikian dikatakan Kristovel Mara, A, Md.,Tek, sebagai Ketua Kolektif Kosgoro 1957 Provinsi Papua Tengah yang terpilih di Aula Dinas Pekerjaan Umum, Selasa (28/05/2024).
"Masalah yang ada di Provinsi Papua Tengah saat ini, hilangnya figur muda yang bisa memimpin sebuah organisasi yang bisa dikaderkan dan menjadi pemimpin-pemimpin dimasa depan,"katanya.
Melalui Kosgoro 1957 ini, kata Kristovel, untuk bisa melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang baru, dari delapan kabupaten yang ada di Papua Tengah ini.
"Anak muda saat ini harus kita bentuk, supaya bisa menjadi pemimpin-pemimpin yang baik di masa depan. Kalau tidak membentuk dari sekarang, Provinsi Papua Tengah akan kehilangan figur di masa depan," ujarnya.
Selain itu, menurut Kristovel, organisasi Kosgoro juga bergerak di bidang ekonomi yang bisa membentuk kreatifitas anak muda, khususnya yang ada di Provinsi Papua Tengah.
"Organisasi Kosgoro bergerak di bidang ekonomi, yang bisa meningkatkan kreatfitas anak muda yang ada di Papua Tengah ini, seperti Papeda Ikan Kuah Kuning Keliling (Pakuli) yang merupakan binaan dari Kosgoro," tuturnya.(amd)
Bagikan artikel ini



