Dua Rombel SD YPK Yohanes Kalvin Rusak Berat, Lainnya Ringan
NABIRE - Sebanyak dua Rombongan Belajar (Rombel) atau kelas di SD YPK Yohanes Kalvin mengalami kerusakan berat, sehingga kedua Rombel rusak tersebut tidak digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), sementara ada enam kelas lainnya mengalami kerusakan ringan.

NABIRE - Sebanyak dua Rombongan Belajar (Rombel) atau kelas di SD YPK Yohanes Kalvin mengalami kerusakan berat, sehingga kedua Rombel rusak tersebut tidak digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), sementara ada enam kelas lainnya mengalami kerusakan ringan.
Kepala SD YPK Yonanes Kalvin Kampung Air Mendidi Distrik Teluk Kimi, Abdon Rumkorem, S.Pd, ditemui Papuapos Nabire, Rabu (21/8/2024) mengatakan, sesungguhnya pihaknya masih membutuhkan tambahan ruangan untuk para dewan guru dan juga ruang kelas, namun dengan adanya kerusakan dua Rombel pihak sekolah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Sehingga dengan enam ruang kelas yang rusak ringan dimaksimalkan agar bisa menunjang proses KBM. Untuk itu, diharapkan kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire agar turun dan melihat secara langsung kondisi fisik SD YPK Yohanes Kalvin yang pada saat ini mengalami kerusakan berat pada dua ruang kelas.
Sebab sebagai kepala sekolah bersama seluruh dewan guru sudah pasti dapat melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan tugas, namun meminta dan memohon adanya perhatian terhadap dua kelas yang mengalami rusak berat, tidak mungkin akan direhap atau dibangun pihak sekolah.
"Kami cuma berharap kepada bantuan dan perhatian pemerintah, karena tugas kami guru hanya menjaga, merawat dan menggunakan gedung tersebut untuk membina, mengajar serta mencerdaskan anak-anak bangsa yang ada di seputar Kampung Air Mendidi yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa ini," ujarnya.
Akibat dari kerusakan berat dua ruang kelas tersebut hingga saat ini sudah memasuki tahun ke4 tidak dapat digunakan, karena kerusakannya sangat fatal, sementara pada saat zaman Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, dijanjikan untuk bantuan rehap, namun hingga saat awal tahun pelajaran 2024/2025 ini belum juga ada bantuan.(des)
Bagikan artikel ini



