Fraksi Nabire Bersatu Desak Anggaran Pembangunan Asrama di Jayapura Segera Direalisasikan
NABIRE - Di media sosial (medsos) bahkan di media masa akhir-akhir ini tengah ramai menyoroti perhatian pemerintah daerah (Pemda) terhadap p
Bagikan
NABIRE - Di media sosial (medsos) bahkan di media masa akhir-akhir ini tengah ramai menyoroti perhatian pemerintah daerah (Pemda) terhadap pembangunan asrama di Jayapura dan di sejumlah kota studi lainnya di seantero nusantara ini. Untuk merespon hal itu, Frasksi Nabire Bersatu mendesak OPD terkait yang hingga kini belum ada tanda-tanda untuk merealisasikan anggaran seniai Rp. 4.545.110.000 yang diperuntukkan bagi pembangunan dua asrama Nabire kota studi Jayapura yakni asrama Nabire di Yotefa dan di Padang Bulan. “Kini memasuki bulan ketiga setelah pembagian DPA, namun sampai hari ini OPD terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (DPU) belum juga merealisasikan angggaran untuk pembangunan asrama di Jayapura yang telah dianggaran kurang lebih senialai Rp. 4.545.110.000 tersebut. Sehingga wajar saja kalau kita disoroti,” tutur Ketua Fraksi Nabire Bersatu, Rohedi M. Cahya, saat ditemuai wartawan media ini di ruang kerjanya, Rabu (11/3) kemarin. Rohedi menjelaskan, ada sejumlah alasan melatarbelakangi permohonan pembangunan asrama mahasiswa asal Nabire di Jayapura dan Pemda sudah anggarakan pada tahun anggaran berjalan ini merupakan program pemerintah, konon karena berbagai alasan program tersebut tak kunjung direalisasikan. Padahal, mahasiswa Nabire menganggap keberadaan asrama Nabire sangat penting. "Kami rasa hal ini penting karena setelah asrama itu terbakar beberapa tahun silam banyak mahasiswa yang berasal dari Nabire mengeluh karena harus mengeluarkan biaya yang cukup besar karena harus mengontrak ataupun mengekos karena tidak punya tempat tinggal," ucapnya. "Jika Pemkab masih juga tidak realisasikan membangun asrama untuk mahasiswa asal kota studi Nabire di Jayapura, akan kita desak terus agar Pemkab bersedia membangun asrama mahasiswa tersebut," tukas Rohedi. Rohedi selaku Ketua Fraksi Nabire Bersatu, mengapresiasi kepada anak-anak mahasiswa asal Nabire di Jayapura yang berperan aktif dalam mengusulkan pembangunan asrama di Jayapura agar cepat terealisasi. Karena selama ini mahasiswa yang asli dari Nabire untuk kuliah di Jayapura mesti mengontrak rumah, otomatis biaya yang dikeluarkan untuk seorang mahasiswa cukup berat. Dia menuturkan tentunya masalah pendidikan merupakan program pemerintah yang diprioritaskan untuk mendukung peningkatan pendidikan anak-anak daerah ini. Ia meminta kepada OPD terkait untuk segerah realisasikan anggaran pembangunan asrama yang telah memprioritaskan pada tahun anggaran 2020 yang tengah berjalan tersebut. “Tidak ada alasan dalam tahun yang berjalan ini harus bangunkan asrama di Jayapura,” tandas Rohedi.(eby)
Bagikan artikel ini



