NABIRE - SD Negeri yang telah dibangun Pemerintah Kabupaten Nabire melalui dinas terkait, di Kampung Taumi, Distrik Wapoga, kondisi bangunannya sudah lapuk dan perlu direnovasikan.

Untuk merenovasi SD itu dibutuhkan dana yang cukup besar. Sehingga perlu ada perhatian serius pemerintah daerah melalui dinas terkait, untuk melihat kondisi di lapangan. Agar sesuai dengan kondisi sekolah, bisa dianggarkan dana renovasinya. 

“Tenaga guru yang sementara mengajar di SD itu ada dua guru kontrak, tidak ada guru berNIP.  Jumlah kelas pada sekolah SD itu, kelas 1 sampai kelas 4. Jumlah anak-anak sekitar 50-an. Kebanyakan anak–anak dari masyarakat Suku Auye. Walaupun kondisi gedung sekolahnya masih kurang layak, namun proses kegiatan belajar mengajar di sekolah tetap berjalan,” kata Jhon Bani, Yayasan Yaberkat, kepada Papuapos Nabire.

Dikatakan, sekolah dengan kondisi gedungnya sudah lapuk, bukan hanya di SD Negeri di Kampung Taumi. Tetapi kemungkinan besar ada juga di sejumlah  wilayah kampong yang jauh dari ibukota Nabire.   

Oleh karena itu, menurutnya, gedung sekolah adalah salah satu fasilitas penunjang yang sangat urgen di dalam menjalankan pendidikan formal. Terutama dalam membangun manusia yang berkwalitas, sesuai dengan cita- cita bangsa Indoensia, yaitu mencerdasarkan kehidupan bangsa.  Maka melalui pemerintah daerah, bangun gedung sekolah untuk menjalankan proses belajar mengajar di sekolahnya.  

Lanjutnya, perhatian serius dari pemerintah daerah terhadap peningkatan mutu pendidikan maupun dalam meningkatkan sumber daya manusia yang berkwalitas, sangatlah penting untuk menyediakan dan membenahi fasilitas penunjangnya. 

“Kami berharap pemerintah Nabire melalui dinas terkait, bisa memberi perhatian serius terhadap kondisi sekolah yang ada di wilayah–wilayah yang jauh dari kota Nabire. Agar anak-anak sekolah yang ada juga bisa mendapat pendidikan yang layak seperti anak-anak di perkotaan,” harapnya.  (hbb)