NABIRE – Senin (11/9/23) pihak SDN 01 Sanoba mengambil kebijakan dengan mogok kerja dan menutup sekolah. Terlhat di depan gerbang masuk SDN 01 Sanoba sebuah spanduk yang bertuliskan ”Untuk sementara KBM SDN 01 Sanoba Tidak Aktif Sampai Dana BOS Ada.”

Data yang dihimpun media ini, akibat kaburnya mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 01 Sanoba, Suryani yang diduga membawa kabur dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahap I sebesar 180 juta rupiah lebih, membuat aktivitas pembelajaran di sekolah itu sangat kesulitan dalam penyiapan perangkat pembelajaran, belum lagi dengan beban hutang lain.

Sudah 8 bulan lebih Kepsek bersama dewan guru hanya bisa melaksanakan tugas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan apa adanya. Sementara hilangnya dana BOS yang diambil mantan Kepsek telah diurus sesuai dengan prosedur hingga jalur hokum. Pihak sekolah pun setuju agar mantan Kepsek diproses hukum sesuai perbuatannya.

Namun dengan berjalannya waktu, belum juga ada kejelasan dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire.  Senin (11/9/23) pihak sekolah mengambil kebijakan dengan mogok kerja dan menutup sekolah. Terlhat di depan gerbang masuk SDN 01 Sanoba spanduk bertuliskan ”Untuk Sementara KBM SD N 01 Sanoba TidakAktif Sampai Dana BOS Ada”.

Renana aksi mogok mengajar ini diduga sudah diketahui Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer. Pada pukul 08.00 Wit Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire bersama staf Bidang SD telah ada di SDN 01 Sanoba untuk melihat secara langsung aksi mogok kerja.

Setelah melihat adanya spanduk di depan pintu gerbang masuk SDN 01 Sanoba, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire menghubungi Satpol PP. Di hadapan kepala dinas dan Kepala SDN 01 Sanoba, Satpol PP langsung membuka spanduk dan dilaksanakan pertemuan.

Dikatakan Dra. Dina Pidjer, Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire tidak tinggal diam dengan adanya kasus kaburnya mantan Kepsek bersama dana BOS. Tetapi pihak dinas terus berusaha mencari jalan keluar agar dana BOS tahap berikutnya cair agar membantu pihak sekolah.

Kata dia, dana BOS ini langsung dari pusat, maka semua harus kembali ke pusat untuk mendapatkan persetujuan. Jika mengikuti prosedur dari dana BOS itu, maka harus ada laporan pertanggung jawaban.

“Tetapi kami tahu apa yang mau dilaporkan oleh Kepsek baru dan para guru, sehingga semua harus kembali kepada prosedur yang baik dan benar,” tuturnya.

Dirinya berharap para guru SDN 01 Sanoba tetap bersabar. Diharapkan dalam proses ini ke depan sudah ada jawaban pasti dan dana BOS tahap berikutnya bisa dicairkan. Selaku kepala dinas meminta agar semua guru ASN yang ada di SD ini tetap melaksanakan tugas.

“Untuk menyampaikan aspirasi boleh–boleh saja, tetapi tidak harus mengorbankan anak murid. Saya minta mulai besok sekolah ini harus kembali aktif melaksanakan tugas melayani anak-anak murid dan semua guru ASN wajib datang mengajar. Karena soal dana BOS yang hilang, dinas tidak tutup mata,“ tutur Dina Pidjer.

Di tempat yang sama, Kepsek SDN 01 Sanoba, Katriani Banno Tiranda, S.Th, menambahkan, peristiwa hilangnya dana BOS SDN 01 Sanoba sudah cukup lama. Untuk itu dengan waktu yang cukup lama ini banyak sudah hambatan yang dialami. Belum lagi ada hutang sekolah yang ditinggalkan mantan Kepsek SD ini.

“Aksi mogok kerja yang ada saat ini sesungguhnya kami para guru meminta adanya kejelasan kapan dana BOS tahap II bisa dicairkan lagi. Sebab dari 7 orang guru honor ini ada 1 orang yang sudah 11 bulan belum dibayar gajinya bersama 6 orang guru honor lagi sudah 8 bulan tidak menerima gajinya,” tuturnya.

Di akhir pertemuan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Dra. Dina Pidjer secara tegas meminta agar pada hari Selasa KBM sudah harus berjalan kembali. Namun Kepsek SDN 01 Sanoba juga dengan tegas mengatakan, pihaknya kembali buka sekolah asalkan rekening listrik sudah dibayar dan juga uang internet juga harus dilunasi. Karena semua guru harus mengakses data sebagai bahan ajar kepada murid.

“Kehadiran ibu kepala dinas di sekolah ini yang kami para guru mau agar persoalan ini lebih jelas kepada semua guru dan cepat dicarikan solusi atau jalan keluar. Sehingga proses KBM bisa kembali berjalan dengan baik sesuai harapan kita bersama,” tutur Kepsek SDN 01 Sanoba. (des)