NABIRE – Saat perayaan Hari Santri di Ponpes Apik Kaladiri Nabire, Habib Helmi berpesan tentang pentingnya ilmu. Hal ini disampaikan habib saat mengaji di depan ribuan jemaah yang ada di Ponpes Apik.

Habib Helmi mengatakan, kita harus menyaring anak-anak didik kita yang pinter dan cerdas. Mereka harus difasilitasi ke perguruan tinggi dan kembali untuk Nabire, membangun bangsa dan negara serta bangun kembali daerahnya.

Lanjut Habib, pengembangan ilmu bukan hanya dari islam saja, bukan hanya dari katolik dan protestan atau keyakinan lainnya. Dirinya berharap di Hari Santri khususnya di Nabire banyak membangun madrasah (sekolah). 

“Kita juga butuh dari aparat seluruhnya dari TNI/Polri, dari pejabat, tokoh, NU, Muhammadiyah, dan dari seluruh elemen lainnya. Untuk lebih mendorong anak-anak menuntut ilmu,” katanya. 

Kata Habib Helmi, pilih anak-anak yang memiliki kemampuan, pilih anak-anak bertalenta karena ilmu, pilih anak-anak jangan ada kepentingan karena satu suku, karena dia keluarga, karena dia anak pejabat, dan karena dia satu keyakinan. 

“Pilih pilihan jangan ada batas-batasan pilih dan saring jangan dikotak-kotakkan dalam membangun anak bangsa yang berkwalitas. Kalau sudah mengkotak-kotakkan seperti ini maka Nabire, Papua, Indonesia tidak akan pernah merdeka secara dhohir dan batin secara hakikoh kalau kita masih membeda-bedakan,” tuturnya.

Dirinya mengajak berjuang untuk memerangi kebodohan dan memajukan semua pendidikan bersama-sama, mempraktekkan apa yang sudah diajarkan Nabi Muhammad, jihad melawan hawa nafsu, jihad melawan kebodohan. Caranya harus dengan ilmu. Karena pendidikan itu penting dan utama sehingga mencerdaskan dan ilmu itu sangat penting. 

“Semua sekolah saling kerjasama, saling cinta satu sama lain, ini yang kita butuhkan dan ini yang diajarkan Nabi Muhammad SAW,” ujarnya. (feb)