HUT ke-35 Vihara Buddha Dharma Karuna, Berkembang, Maju dan Berbahagia
NABIRE - Tepat pada hari Senin, 10 Juni 2024, Vihara Buddha Dharma Karuna yang terletak di Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah berulang tahun ke-35. Tentu dengan bertambahnya usia akan ada semangat baru untuk melangkah maju kedepannya.

NABIRE - Tepat pada hari Senin, 10 Juni 2024, Vihara Buddha Dharma Karuna yang terletak di Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah berulang tahun ke-35. Tentu dengan bertambahnya usia akan ada semangat baru untuk melangkah maju kedepannya.
Usia yang terbilang cukup matang di komunitas, 35 tahun usianya tentu banyak rintangan yang dialami, namun komunitas umat Buddha di Vihara Buddha Dharma Karuna terus maju, berkembang dan tentunya berbahagia.
Selamat ulang tahun kepada Vihara Buddha Dharma Karuna, Nabire-Papua Tengah yang ke-35 tahun, semoga komunitas umat Buddha di Vihara Buddha Dharma Karuna ini terus berkembang, maju dan berbahagia.
Umat Buddha di Nabire adalah komunitas yang kecil dan saat ini Vihara Buddha Dharma Karuna merupakan pusat kegiatan keagamaan bagi umat Buddha, katanya Suirianto, Ketua Pengurus Daerah Majelis Buddhayana Indonesia Provinsi Papua Tengah.
Komunitas Umat Buddha terus memberikan manfaat untuk umatnya, serta berkolaborasi dengan pemerintah untuk melakukan aksi-aksi sosial dan turut serta menjaga keamanan.
"Meskipun komunitas kecil, namun keberadaan umat Buddha haruslah memberi manfaat bagi umat sendiri, masyarakat dan pemerintah melalui aksi-aksi sosial dengan mengusung tema 'Peduli melayani' dan selalu menjaga keamanan," katanya Suirianto.
Tahun ini adalah tahun politik, pesan dari Suirianto untuk umat Buddha agar tetap netral dari aktifitas politik praktis dan tetap berdemokrasi secara dewasa dan cerdas.
"Kami ingatkan kepada seluruh umat Buddha di Nabire untuk menjaga rumah ibadah agar tetap netral dari aktivitas politik praktis. Saat ini kita mulai memasuki tahun politik (Pilkada) hendaknya semua pihak dapat berdemokrasi secara dewasa dan cerdas.
Mari kita jaga agar tidak ada politisasi agama, rumah ibadah juga harus netral dari kegiatan politik praktis. Hal ini agar umat beragama yang bervariasi ini tetap dapat beribadah dengan sebagaimana mestinya," tutupnya.(edi)
Bagikan artikel ini



