Insan Mandiri Gelar Seminar Parinting, Ustad Miftahu Jinan Terangkan Hadapi Anak Nakal
NABIRE - Sekolah Insan Mandiri menggelar seminar parinting, dalam seminarnya Ustadz Drs. Miftahul Jinan, M,Pd.I.,LCPC menyampaikan kepada wali murid, menghadapi anak yang nakal, bagaimana cara menghadapinya, yaitu dengan sekolah, bagus itu anak-anaknya dimasukkan di sekolah Insan Mandiri. Kajian terhadap wali murid di Gedung Islamic Center, Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah, Sabtu (28/09/2024) pukul 09.00 WIT.

NABIRE - Sekolah Insan Mandiri menggelar seminar parinting, dalam seminarnya Ustadz Drs. Miftahul Jinan, M,Pd.I.,LCPC menyampaikan kepada wali murid, menghadapi anak yang nakal, bagaimana cara menghadapinya, yaitu dengan sekolah, bagus itu anak-anaknya dimasukkan di sekolah Insan Mandiri. Kajian terhadap wali murid di Gedung Islamic Center, Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah, Sabtu (28/09/2024) pukul 09.00 WIT.
Penangkalan anak, mengapa harus menikmati kenakalan anak? dalam kajiannya Ustadz Miftahul mengatakan, sesungguhnya diantara hartamu dan anakmu cobaan bagimu dan di sisi Allah SWT pahala besar bagimu.
Lanjutnya, sebaliknya jika anak-anak kita sholeh dan sholehah kita bisa sabar memelihara kesabaran kita, maka kita sukses dihadapan Allah SWT. "Agar kita bisa alhamdulillah allahkulihall, semua mukmin itu semua baik. Seorang mukmin itu hal yang sangat menyenangkan," ucapnya.
Di sisi Allah, pahala yang besar, sabar mendorong untuk mendapatkan pahala ganjaran yang besar dari Allah SWT. "Ada cerita saat ada orang tua mengadu kepada ustadz, menceritakan anak nakal, dan saat itu saya menghadapi kenyataan gurunya dan saya berhenti mengajar, dan saya dampingi anak-anak belajar dari gurunya dan saya ajar anak itu untuk lebih baik dari yang sebelumnya, dan sekarang ambil kuliah di Universitas Malang S2," tuturnya.
Semua ada metode bagaimana cara mengajar dan mendidik anak-anak agar menjadi lebih baik. Miftahul meneruskan, bagaimana melatih anak-anak yang bermasalah, maka dengan mengajak bergembira, belajar dengan bermain, belajar dengan keinginannya sehingga bisa menemukan apa yang buat anak bahagia, sehingga dengan mudah mengajari lainnya untuk lebih baik dari biasanya.
Adapun Ustadz Miftahul, mengajarkan kepada orangtua murid yang hadir dalam kajian mendidik anak-anak, sambil belajar dan bermain agar lebih rileks kepada anak-anak, itulah yang diajarkan oleh guru-guru di Insan Mandiri.
Ustadz juga menegaskan, bagi anaknya yang sering berantem itu meniru bapaknya. "Saya mohon di era sekarang ini jangan sampai anak juga berantem, karena itu pengaruh dari bapaknya. Terkadang anak nakal itu imajinasi dari era jaman sekarang. Atur kalimat baik kepada anak-anak, atur perilaku kita sebagai orangtua ke anak-anak, agar anak-anak mencontoh perilaku dan kalimat baik dari orang tua, sehingga anak-anak bisa mengambil keputusan dengan baik kedepan," ucapnya.
"Ada cerita juga, ada anak diberikan hadiah oleh bapaknya, mainan helikopter ketika anaknya memainkan selama tiga hari, anak tersebut membalik helikopternya sehingga baling-baling rusak dan patah, lalu ibunya lihat dan memarahi anaknya ini mainan baru tiga hari dibelikan bapak sudah kamu rusak, seketika itu anak jadi takut dan tidak berani untuk banyak bermain, sehingga itu menjadi masalah pada anak-anak," katanya.
Sekarang orang tua itu punya kecenderungan mendidik anak dengan handphone, padahal itu belum kebutuhan anak-anak, bagaimana cara menanganinya, biar apa motoriknya itu tuntas dan anak-anak itu bermain tanpa handphone lebih bagus, agar masa pertumbuhan anak-anak bisa menjadi lebih baik, contoh anak-anak ketika bisa bermain lempar bola di lapangan, itu agar anak-anak bisa mengukur berapa jauh dia melempar, dalam pikiran anak-anak akan menjadikannya bisa mengukur ketika melempar bola, berapa jaraknya dan apakah bisa lebih jauh dari lemparan sebelumnya. "Dan bisa bermain ayunan atau kelereng itu baik, karena mengajarkan langsung cara mengukur suatu tindakan ketika anak-anak kita mau melakukan sesuatu dan ada pertimbangan mereka punya cara mengukur nantinya," tutur Ustadz Miftahul.
Anak nakal itu sejak kecil sudah dimanja sehingga sampai besar menjadikan anak tidak terdidik, karena sudah kebiasaan kecilnya dituruti.
Dalam seminarnya, Miftahul mengatakan, anak-anak masuk sekolah matangnya umur 7 tahun 5 bulan, itu lebih kuat mentalnya dalam menahan emosinya dan jiwanya, maka anak-anak biarkan main-main dengan kesukaannya, biar bisa lebih aktif di luar, ketika mencoret-coret itu bagus ajari untuk menggambar agar tidak bermain handphone, ketika suka sepeda ikuti bersepeda, ketika suka main di luar juga bagus, agar menghindari gedjet yang era sekarang susah untuk anak-anak lepas.
Pesan dari Ustadz Miftahul saat menutup acara tersebut, menambahkan, hal yang paling baik ialah mendoakan anak-anak dan doa pengharapan agar anak selalu menjadi baik, akhlak baik, sholeh dan sholehah itu tidak ada ujungnya dan tidak ada putusnya. "Doa adalah penyambung terbaik antara orang tua dan anak," tutupnya.(feb)
Bagikan artikel ini



