NABIRE - Simapitowa Cup I yang diselenggarakan Rumpun Pelajar Mahasiswa Siriwo Mapia Piyaiye Topo Wanggar (RPM SIMAPITOWA) se-kota study  Jayapura dipusatkan di lapangan Gelardus Tigi ibukota Distrik Mapia. Pertandingan dimulai sejak pada tanggal 14 Juli hingga 5 Agustus 2014, diikuti 11 distrik. Yakni Distrik Mapia, Mapia Tengah, Mapia Barat, Piyaiye, Sukikai Selatan, Siriwo, Topo, Dipa, Menou, Yaro, dan Distrik wanggar.    “Ada 40 regu yang akan bertanding sepak bola putra-outri, bola volley putra-putri dan jenis pertandingan lainnya se asal Mapia. Telah usai menunggu memberikan piala para tim yang meraih juara  I,II, dan III, juara harapan I, II, III dan IV memberikan hadiah bagi pemenang dijadwalkan dalam tanggal belasan Agustus,“ kata Yohanes Magai, saat ditemui, Selasa (12/8). Dikatakannya, tujuan pertandingan Simapitowa Cup I yang diadakan di Mapia Bomomani ini, untuk menjalin kembali hubungan kekerabatan antar masyarakat seasal Mapia lama melalui pertandingan ini. Sekaligus pertandingan kali ini dari masyarakat sangat antusias dari berbagai kalangan masyarakat yang hadir pada saat pertadingan itu merupakan salah satu kebanggaan sesuai dengan filosofi dan jati diri sebagai identitas Maa Mapia. Magai sebagai sekretaris IPPMMEE se-Kota study Jayapura menyampaikan sangat bangga dan apresiasi kepada 18 ikatan lokal yang ada di Jayapura. Diantaranya ikatan lokal pengurus RPM. Simapitowa dan panitia penyelenggara untuk melahirkan program yang sangat positif agar bisa menguntungkan mengadakan Turnamen Simapitowa Cup I diadakan wilayah tota Mapia, ini merupakan mahasiswa Mee khususnya pelajar mahasiswa RPM Simapitowa, apa yang dimiliki dan ditekuni dari Jayapura bisa diimplementasikan di tengah–tengah masyarakat Simapitowa.  “Kami Badan Pengurus IPPMMEE sangat bangga dan apresiasi yang sangat mulia hingga kita tingkatkan lagi karena Simapitowa adalah wilayah yang sangat luas dan strategis yang dimiliki dua kabupaten yang berbeda, yakni Kabupaten Nabire dan Dogiyai. Tetapi Pelajar Mahasiswa RPM Simapitowa  bisa mampu mengelompokan satu tujuan yang kita harapkan dan impian akan terjadi itu suatu momen yang sangat luar biasa mempersatukan masyarakat Maa Mapia diwilayah Simapitowa dengan baik,” tuturnya. Dirinya bangga, masyarakat punya power untuk menemukan identitas dan  bisa menerima dan memahami sebagai satu filosofi identitas sebagai Orang Suku Mee. Magai mengharapkan baik masyarakat, pemuda pelajar mahasiswa dan senior maupun intelektual untuk bergandeng tangan membangun di wilayah Meuwodide dan lebih khususnya di RPM Simapitowa. Sehingga kita sebagai pelopor pembangunan generasi muda, memampukan diri sendiri untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat positif demi banyak orang dalam membangunan pemuda masa depan. Dalam skala daerah, sebagai pemuda yang berada di Kabupaten Nabire, Dogiyai, Deiyai dan Paniai sudah semestinya berperan aktif dalam membantu pemerintahan daerah guna mendukung setiap program pembangunanya. Dan dalam skala luas, pemuda Indonesia semua proaktif dalam pembangunan bangsa. Lebih dari itu pemuda harus menjadi pelopor bahkan pioneer dalam segala hal pembangunan. (modes)