Isaias Douw Kaget, Bukan Dirinya Maju Pemilukada Cagub PPT
NABIRE - Massa pendukung Isaias Douw datang ke Kantor Komisi Pemilihan Umum Provinsi Papua Tengah (KPU PPT) dan ada 6 kepala suku yang menyatakan sikap, untuk mendukung Isaias Douw sebagai Bakal Calon (Bacalon) Gubernur Provinsi Papua Tengah. Isaias Douw kaget, karena bukan dia yang diusung oleh Partai Golkar untuk Bacalon Gubernur di PPT.

NABIRE - Massa pendukung Isaias Douw datang ke Kantor Komisi Pemilihan Umum Provinsi Papua Tengah (KPU PPT) dan ada 6 kepala suku yang menyatakan sikap, untuk mendukung Isaias Douw sebagai Bakal Calon (Bacalon) Gubernur Provinsi Papua Tengah. Isaias Douw kaget, karena bukan dia yang diusung oleh Partai Golkar untuk Bacalon Gubernur di PPT.
Terlihat massa pendukung Isaias Douw, sekitar pukul 16.00 WIT mendatangi Kantor KPU Papua Tengah, untuk menyatakan dukungannya kepada Isaias Douw agar maju dalam Pemilihan Kepala Daerah Gubernur Papua Tengah, menjelang sekitar pukul 17.46 WIT massa bergerak ke rumah kediaman Isaias Douw.
"Saya kader Golkar, Golkar untuk Noken termasuk Nabire dan Timika kami dapat kursi di DPR RI dan janji DPP Pusat Golkar mereka bilang tidak boleh maju Pj Gubernur tapi nanti ikut pemilihan definitif dan akhirnya maju untuk DPR-RI," katanya.
Partai Golkar diklamnya, lantanran dirinya (Isaias Douw) berjuang kampanye di Paniai, memakai heli lalu carter ke Deiyai, Dogiyai, sekaligus kampanye Prabowo dan untuk di Papua Tengah dapat 78%, DPRI 1 kursi.
Partai Golkar prioritaskan kader, dan dirinya kaget selama ini berjuang untuk Golkar agar mendapatkan 3 kursi di Papua Tengah, tau-tau dari luar seperti Sekretaris dan Ketua DPW Provinsi Papua mereka mengusulkan ada beberapa nama termasuk Willem Wandik, Jhon Wempi Wetipo, namun mereka tidak memasukkan namanya (Isaias Douw).
"Pendaftaran sudah mulai di hari Rabu (28/08/2024), namun pada saat itu saya di Jakarta dan partai-partai pengusung lari ke pasangan lain, sayakan kader tetapi partai Golkar ini larinya ke PDIP yang dimana non-kader," ucapnya.
Lanjutnya, kepala suku datang ke dirinya, untuk suara noken 6 kabupaten termasuk Nabire 7 dan Timika 8. "Di Nabire saya punya karena saya terbukti 10 tahun saya sudah bekerja, dan selama ini saya didukung yang mempunyai noken," tegasnya.
Noken ditentukan oleh kepala suku, 6 kepala suku suaranya sudah diserahkan ke KPU provinsi dan diteruskan ke KPU pusat. "Dan saya minta ada tanggapan, karena 8 kabupaten di Papua Tengah mereka punya hak," ujarnya.
Dirinya berharap, Golkar dirinya punya namun di tunggu-tunggu sampai di akhir, akhirnya tidak dapat, padahal janji-janji pusat sudah Ok, tetapi permainan dan dualisme Golkar berjalan akhirnya kami lama.
"Kami mengharapkan KPU pusat dan KPU daerah untuk berkoordinasi, dan kami meminta agar aspirasi dari 6 suku dimasukkan untuk saya maju," katanya.
Persoalan 4 kandidat itu mereka sudah mendaftar sesuai dengan rekomendasi, kecuali perbaikan-perbaikan rekomendasi. Kita orang Papua tidak punya partai dan kembalikan lagi kepada pusat dan kebijakan partai pusat.
"Semua yang mencalonkan diri anak daerah, hanya saja masyarakat yang betul-betul di Papua Tengah tidak ada yang maju, semua dari Papua pegunungan itu yang mereka maju, tidak ada kampung tidak ada hubungan kerja, pilih dan tidak pilih itu kembali lagi kepada masyarakat," pungkasnya.(edi)
Bagikan artikel ini



