Jaksa Agung Minta Seluruh Wilayah Kejaksaan RI Pertahankan Predikat WTP Dalam Laporan Keuangan
NABIRE - Jaksa Agung Republik Indonesia, Basrief Arief meminta kepada seluruh wilayah Kejaksaan Republik Indonesia untuk mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam Laporan Keuangan pada tahun 2014. Dalam Laporan Keuangan Tahun 2013, Kejaksaan mendapat pred
Bagikan
NABIRE - Jaksa Agung Republik Indonesia, Basrief Arief meminta kepada seluruh wilayah Kejaksaan Republik Indonesia untuk mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam Laporan Keuangan pada tahun 2014. Dalam Laporan Keuangan Tahun 2013, Kejaksaan mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan, setelah dua tahun berturut-turut tahun 2011 dan 2012 mendapat Predikat Wajar Tanpa Pengecualian Dengan Paragraf Penjelasan (WTP-DPP).
”Saya minta agar anggaran yang telah kita terima harus diimbangi dengan penyerapan anggaran yang tepat sasaran, dengan melakukan perencanaan secara tepat, pelaksanaan dan evaluasi secara terus menerus, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya dalam amanat tertulisnya pada upacara peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke–54, yang dibacakan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Nabire, T. Banjar Nahor, SH, Selasa (22/7).
Selain itu, terkait dengan pelaksanaan fungsi Jaksa dalam bidang Perdata dan Tata Usaha Negara dari tahun ketahun juga menunjukkan hasil yang membanggakan baik dalam bidang Penegakan Hukum, Bantuan Hukum, Pertimbangan Hukum, Pelayanan Hukum, Tindakan Hukum Lain, bahkan dalam penyelamatandan pemulihan keuangan negara juga menunjukkan jumlah yang signifikan.
Menurutnya, saat ini dan ke depan tantangan penegakan hukum semakin berat. Tetapi melalui strategi yang terencana, terarah dan terukur, kiranya berbagai problematika penegakan hukum tersebut mampu diatasi dengan baik sehingga upaya penegakan hukum dapat dilaksanakan secara konsisten, berkelanjutan, transparan dan akuntabel serta tidak diskriminatif. Diharapkan ke depan penegakan hukum dapat menjadi tumpuan bersama dalam rangka mewujudkan cita-cita bangsa dalam rangka mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil, makmur, damai dan sejahtera.
Dalam rangka memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi, selain dengan peningkatan kinerja, langkah lain adalah setiap insan adhyaksa harus mampu berinisiatif dan menyatu dalam masyarakat, pahami setiap aspirasi yang berkembang secara jernih. Janganlah berdiam diri dengan persoalan yang timbul dan berkembang. Berikan kontribusi nyata sehingga keberadaan diri kita merupakan cerminan lembagaKejaksaan di tengah-tengah masyarakat.
Selanjutnya, kepada seluruh warga Adhyaksa, pada Hari Bakti Adhyaksa Tahun 2014, dirinya selaku Jaksa Agung Republik Indonesia, juga menyampaikan perintah harian yang harus dilaksanakan. Pertama, Tingkatkan prestasi yang telah dicapai, wujudkan jati diri kejaksaan sebagai lembaga Penegak Hukum modernyang dapat dipercaya, diseganidan bermartabat. Kedua, senantiasa mengedepankan kebenaran dan keadilan dalam penegakan hukum yangberdasarkan peraturanperundang-undangan sertaberlandaskan hati nurani. Ketiga, tetap semangat dalam tugas dan pengabdian, laksanakan setiap penugasan dengan penuh keikhlasan sebagai kontribusi nyata terhadap Kejaksaan.
Di akhir sambutannya, dirinya juga ingin mengingatkan kepada seluruh warga Adhyaksa bahwa, setiap pekerjaan dan jabatan yang di emban merupakan amanah yang harus ditunaikan dengan penuh semangat dan rasa tanggungjawab, rekam jejak setiap penugasan yang dilakukan akan selalu tercatat baik dalam institusi dan masyarakat.
”Oleh karena itu, hendaknya kita dapat menjadi panutan dalam halkesetiaan dan kejujuran, berpegang teguh pada doktrin Tri Krama Adhyaksa serta bijaksana dalam tutur kata dan tingkah laku. Marilah bersama menjaga diri dan menjaga institusi sebagai cerminanKejaksaan ditengah-tengah masyarakat,” pungkasnya. (cad)
Bagikan artikel ini



