NABIRE - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire terus berusaha untuk melaksanakan program penanaman Mangrove ditanam 1.000 dari 4.000 sampai 10.000 bibit.

"Target kami itu sekitar 9.000 sampai 11.000 bibit dengan titik yang berbeda. Itu di luar Pulau Hariti Mambor, ada sekitar sekitar 6 ribuan sampai 9000 juta," kata Kepala DLH Kabupaten Nabire.

Dikatakan Kepala DLH Kabupaten Nabire, Arfan Natan Palumpun, ST.,MT kepada wartawan, target program ini adalah keberlanjutan untuk melakukan penanaman mangrove di daerah-daerah yang terjadi abrasi.

Adapun manfaat dari hutan Mangrove ini, katanya, mengikat dan menghasilkan karbon. Dan karbon ini sekarang menahan dampak dari pemanasan global atau dikenal dengan perubahan iklim.

"Ketika hutan mangrove ini rusak pemanasan global itu akan terjadi dan efeknya seperti efek rumah kaca yang terjadi selama pemanasan global dan garis pantai itu akan bergeser ke darat, tahun demi tahun kalau kita tidak cepat mengantisipasi ini kemungkinan masyarakat kita akan berpindah tempat ke arah yang lebih jauh mendekati gunung," jelasnya.

Lanjut Arfan, kedepannya DLH berharap dapat bekerja atau berkolaborasi dengan dinas pariwisata untuk membuat ekowisata atau wisata Mangrove. Karena dari hutan mangrove ini tempat hidupnya biota laut, seperti kerang, kepiting dan ikan.

"Harapan kami mari sama-sama kita jaga lingkungan kita untuk keberlanjutan hidup kehidupan yang berkelanjutan dan kami juga berpesan untuk tidak membuang sampah ke laut, terutama sampah-sampah plastik," tambahnya.

Tak lupa, dari DLH berterimakasih kepada Angkatan Laut (AL) yang selalu berkolaborasi dengan DLH Nabire. "Ke depan program ini tetap berkelanjutan, terutama untuk menjaga lautan di sepanjang daerah pesisir pantai Nabire, untuk kelestarian lingkungan terlebih khusus daerah laut yang menjadi wilayah kedaulatan mereka," tandasnya.(rob)