Kajian Ilmiah Pers (28) Investigasi: Menyusun Puzzle yang Berserakan
NABIRE - Tulisan investigasi dalam dunia pers seringkali dinamakan sebagai Mahkota Pers atau Mahkota Jurnalistik.

NABIRE - Tulisan investigasi dalam dunia pers seringkali dinamakan sebagai Mahkota Pers atau Mahkota Jurnalistik. Dalam karya investigasi, titik utamanya ada pada menyingkap dan mengungkap perkara penting bagi publik, tapi perkara itu tidak tampak di permukaan.
Namun kerja investigasi itu mahal dan butuh waktu, proses, perencanaan matang dan tim yang berpengalaman. Tapi bukan berarti karya investigasi tak mudah dikerjakan. Investigasi bisa dilakukan dari hal-hal sehari-hari di sekeliling kita.
Yang disembunyikan dibalik permukaan, adalah fenomena-fenomena yang terbersit di masyarakat atau gejala-gejala yang menjadi indikator adanya suatu masalah namun tak tampak. Dari situ seorang wartawan menarik sketsa-sketsa dan hipotesa-hipotesa untuk dijadikan Term Of Representatif (TOR). Kumpulan hasil ferivikasi menjadi kepingin-kepingan puzzle yang ketika disusun merupakan suatu bangunan persoalan di hadapan kita.
Karya investigasi wartawan dimulai dari mengenal dan memahami bahan-bahan investigasi. Tipikal masalah yang tepat untuk diinvestigasi pelanggaran hukum yang tersembunyi. Adanya mavia dan bekingnya. Peredaran Narkoba di sekeliling rumah kita. Pemborosan belanja pegawai yang diluar nalar. Penangkapan ikan dengan racun dan pemboman terumbu karang. Politisasi agama oleh oknum berkedok agamawan.
Materialisme dalam pendidikan nasional kita, seiring menipisnya pembangunan karakter. Hutan tropis kita dijarah, muncul masalah lingkungan. Seberapa aman laut kita dari pencurian nelayan asing. Mengapa kemandirian industri dirgantara kita ditarget oleh asing
Kalau kita mau menginventarisir objek-objek masalah yang tepat untuk diinvestigasi, semua itu berupa penyimpanan-penyimpangan dari nilai-nilai falsafah Pancasila. Penyimpanan dari norma-norma tujuan berbangsa dan penyimpanan hukum. Pemerintahan yang merupakan alat negara untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah, alat untuk memajukan kesejahteraan umum, alat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta dalam keterliban dunia. Penyimpangan dari fungsi diatas adalah masalah yang perlu diinvestigasi.
Setelah wartawan dapat memahami objek-objek masalah yang akan dijadikan bahan investigasi, dia harus mampu membuat pemetaan dan upaya hipotesa. Di benaknya mampu menggambarkan konstruksi persoalan. Sehingga dapat identifikasi, dipilah dan dipilih untuk diinvestigasi melalui pelbagai cara ferivikasi.
Karena sifat investigasi itu mengungkap dan menyingkap, tidak sedikit yang menimbulkan ancaman berbahaya buat wartawan dan medianya. Namun justru disitulah harga integritas kemerdekaan pers, sehingga dapat memberikan pengabdian dalam berbangsa dan bernegara.
Menurut Abdul Munib, setiap wartawan harus dipaksa membuat karya investigasi. Karena, katanya, seorang wartawan harus dimahkotai dengan Mahkota Pers.(amd)
Bagikan artikel ini



