Kajian Ilmiah Pers (30) Investigasi, yang Menghubungkan Antar Entitas
NABIRE - Investigasi sangat terkait dengan mengkontruksi keterhubungan dari segala sesuatu.

NABIRE - Investigasi sangat terkait dengan mengkontruksi keterhubungan dari segala sesuatu. Jika ilmu pengetahuan alam hampir seratus persen dibangun dalam hubungan akibat terhadap sebabnya (hubungan kausalitas), maka berita investigasi sama seperti itu, bahkan ditambah dengan konstruksi eksistensial. Dalam konstruksi eksistensial bahkan entitas hubungan lenyap, disebabkan eksistensi itu hanya ada satu semata. Wujud Al Basth, sederhana dan aksiomatik.
Letak kebhinekaan berada dalam benak pikiran yang dalam filsafat transenden dikenal dengan wujud zihni. Dikatakan wujud zihni karena eksitensinya tidak realis, melainkan hanya santiran abstraksi resfektival dalam benak pikiran saja. Berbeda dengan Wujud Harizi, atau realitas yang dalam ketunggalannya terkandung dan tertopang alam fisika maupun sumbernya yakni metafisika.
Oleh karena itu, menginvestigasi sesuatu bersumber dari tazabur atau penghayatan mencari keterhubungan sesuatu dengan sesuatu lainnya dalam kehidupan sehari-hari yang saling terkait. Sehingga sampailah kepada pengungkapan suatu fenomena, misteri, kesamaran, kedalaman maupun dimensi kebatinan yang tersembunyi. Walhasil kerja investigasi seorang wartawan tetap tidak keluar dari suatu tema yang ditetapkannya, yang kemudian dia telisik segala hal yang terhubung dan terselubung mengenainya lalu mengkonstruksi dalam sebuah tulisan investigasi yang mengungkap dan menangkap makna yang selama ini tersembunyi.
Seorang wartawan investigator adalah seorang pengungkap. Semakin penting hal-hal yang diungkapnya bagi masyarakat, maka semakin bernilai hasil kerja investigasinya. Misalnya bukan saja mengungkap sebuah korupsi besar, melainkan menginvestigasi bagaimana prosesnya bangsa ini dari bangsa gotong-royong jadi bangsa koruptor. Ini akan jadi berita investigasi yang langka.
Ketika observasi visual menangkap aneka ragam konsep-konsep ke-apa-an (mahiah/whatness konsep) di alam semesta, pemahaman seseorang pada kesempatan pertama akan mengidentifikasi dan menginfentarisasi fenomena alam ini dalam kategori-kategori. Lalu muncul nama-nama sebagai batasan dari setiap masing-masing konsep. Memang pada mulanya diamati dari materi (maddah) daN bentuk (forma). Kemudian manusia membuat simbol-simbol dalam kata-kata, pertamanya pada bahasa lisan. Kemudian manusia menemukan tulisan untuk mengawetkan gagasan-gagasannya. Sehingga tanpa penemuan tulisan mustahil proses jalannya ilmu pengetahuan akan berlangsung.
Dari situlah setiap cabang ilmu pengetahuan mengawal sendiri capaian proposisi masing-masing, sehingga bahkan Tuhan pun menantang ilmu pengetahuan manusia dalam AlQuran Surah Ar Rahman: Wahai sekalian bangsa jin dan manusia, sekiranya kalian mampu menembus ujung-ujung kosmik, maka tembuslah, dan hal itu tak akan berhasil ranpa penguasaan ilmu pengetahuan.
Realitas tersembunyi masih dalam kabut tebal yang membutuhkan ribuan wartawan handal untuk menginvestigasinya. Manusia dapat terus menggali dan menyelami potensi terdalam dirinya sebagai entitas berakal yang tiada bisa menghentikan naluri dasarnya sebagai sang pencari tahu dan sang penguasa.
Untuk itulah agama mengajarkan manusia pada bersujud, agar naluri-naluri tadi tetap terkendali oleh akal tercerahkan. Akal yang melalui ribuan investigasi kehidupan telah sampai pada sebuah tamsil, bahwa kita tak ubahnya seekor ikan yang selama hidupnya mencari samudera dimana. Sementara ia tak mungkin dapat berenang bahkan hidup tanpa adanya samudera. Ya, kita harus menjawab semua tanda tanya kehidupan yang pertanyaan kita buat sendiri. Menginvestigasi sesungguhnya game model apa yang sedang kita jalani ini.(amd)
Bagikan artikel ini



