Kajian Ilmiah Pers (31) In Depth atawa Pendalaman Berita
NABIRE - Suatu berita yang mengundang perhatian publik dan penting buat kehidupan khalayak, sering kali membutuhkan pendalaman. Biasa dikenal berita In Depth. Keterampilan ini perlu dimiliki oleh seorang wartawan, sebagai salah satu penulisan disamping spotnews, features dan investigasi.

NABIRE - Suatu berita yang mengundang perhatian publik dan penting buat kehidupan khalayak, sering kali membutuhkan pendalaman. Biasa dikenal berita In Depth. Keterampilan ini perlu dimiliki oleh seorang wartawan, sebagai salah satu penulisan disamping spotnews, features dan investigasi.
Yang harus dilakukan dalam pendalaman berita adalah, pertama memilih tema yang menarik dan penting. Tema berita yang memiliki magnetude besar sekali, layak untuk dijadikan tulisan In Depth. Misalkan kecurangan Pemilu dari waktu ke waktu. Tahun 2024 sebagai tahun politik bagi bangsa Indonesia diwarnai penyelenggaraan Pemilu yang sarat politik uang oleh kandidat, penyelenggara yang korup dan partai politik yang pragmatis.
Tema berita yang dapat menjadi daya tarik lainnya seperti fenomen Garuda melahirkan Sembilan Naga. Arah biduk kebangsaan kita melenceng jauh dari neraca etik sila kelima :Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Arah perjalanan jadi mirip seperti nagara Barat Kapitalis. Dimana kekuasaan didikte oleh pemilik modal. Pers Nasional harus melakukan koreksi dengan menurunkan berita In Depth dalam tema itu. Tema konstruksi kebangsaan.
Area perbedaannya dengan berita investigasi terdapat pada bahwa berita sangat menarik itu berada di permukaan publik. Hanya saja membutuhkan pendalaman dari berbagai sisi, relasi dan efeknya. Sedangkan berita investigasi tema yang akan diangkat merupakan fenomena dibawah permukaan. Adapun hal-hal yang terkait dengan bangunan konstruksinya tidak jauh beda.
Kekuatan berita In Dept terdapat pada konsistensinya terhadap suatu tema. Bahwa dari satu tema yang memiliki daya tarik dan magnitude ini, terdapat pendalaman berita. Bisa berupa sebuah rentetan keberulangan di waktu lalu. Atau itu suatu fenomena baru di suatu tempat. Atau dari sub-sub tema yang ditampilkan sebagai penambah kekayaan khazanah dari tema tersebut. Walhasil membuat berita In Depth, harus selalu dengan menampilkan sebanyak mungkin fenomena yang berada disekeliling tema yang hendak kita tulis.
Ketika misalnya kita hendak mengangkat pertanian nasional, maka data tentang bagaimana bangsa lain membangun pertaniannya. Akses terhadap alat-alat teknologi pertanian. Bagaimana negara memiliki kemandirian bank benih. Mengevaluasi kembali pupuk kimia dan vestisida yang bahaya bagi kelanjutan kesehatan generasi. Menghidupkan kembali semangat pertanian bagi generasi petani yang kini kurang minat. Dan aspek-aspek pertanian nasional yang sekarang carut marut. Berita In Dept pertanian nasional akan menjadi suatu struktur gagasan yang dibutuhkan oleh bangsa ini.
Inti pokoknya, tema-tema strategis bisa menjadi bahan-bahan berita In Depth. Menurut Abdul Munib, dalam pers ber-platform digital berupa mesin pencari, dimana disana karya pers kurang bisa dikapitalisasi seperti di era cetak sebelumnya, pers nasional hendaknya lebih fokus menyusun kerangka pikiran yang konstruktif dengan orientasi membangun kembali kebangsaan kita yang telah jauh melenceng. (Amd)
Bagikan artikel ini



