Kajian Ilmiah Pers (16) Kebangsaan Dulu, Setelah itu Wartawan
NABIRE - Kata independen lawan katanya adalah dependen. Dependen artinya bergantung. Sedangkan independen itu diasosiasikan sebagai sebuah sikap yang mandiri dan mirip sikap netral. Dalam dunia aktivis LSM populer istilah imparsial lawan katanya parsial. Itu juga diasosiasi maknanya hampir sama, yaitu tidak memihak. Ada juga dikenal kata Non-partisan lawannya partisan, itu biasa dikenal pada istilah partai politik.
.png)
NABIRE - Kata independen lawan katanya adalah dependen. Dependen artinya bergantung. Sedangkan independen itu diasosiasikan sebagai sebuah sikap yang mandiri dan mirip sikap netral. Dalam dunia aktivis LSM populer istilah imparsial lawan katanya parsial. Itu juga diasosiasi maknanya hampir sama, yaitu tidak memihak. Ada juga dikenal kata Non-partisan lawannya partisan, itu biasa dikenal pada istilah partai politik.
Tapi kebanyakan kata-kata itu berasal dan berawal dari perbendaharaan istilah Barat dalam Bahasa Inggris. Makannya hampir sama, artinya mandiri atau lebih tepatnya menyendiri dari hiruk pikuk kontradiksi. Ada yang menyamakan dengan makna kata netral.
Ya, kata Munib, konsep pers sering diafirmasikan oleh penilaian independen atau tidak independen. Tuntutan independen juga ada pada apa yang selama ini dikenal sebagai Kode Etik Pers, yang terbaru dirumuskan Dewan Pers. Walaupun maknanya sama juga dengan Kode Etik Jurnalistik PWI sebelumnya. Gampangnya pers tidak boleh memihak, harus i dependens.
Sebagai seorang intrepetator tentu wartawan berpihak kepada kesimpulan akhir dirinya setelah memverifikasi realitas fakta. Tentu saja yang dimaksud ini baru sebatas pada teori filsafat, belum pada teori irfan. Dimensi aksiden bisa saja terjadi perubahan dalam fakta alamiahnya, tapi dimensi substanai dia akan tetap dan hanya bergerak secara menguat dan melemahnya. Walhasil kesadaran diri seorang wartawan independen tak berlaku pada konsepsi kebangsaan. Kebangsaan terlebih dahulu baru wartawan.
Dari pada kesulitan untuk menggambarkan sikap independen, non-partisan atau sikap imparsial, barang lebih tepat untuk menghindari terjadinya penghakiman (trial) oleh pers. Boleh juga difanami bahwa berita atau kabar, adalah upaya menyajikan informasi semaksimal mungkin mendekati kebenarannya. Atau makna independen menghindari dari kepentingan-kepentingan di luar pemberitaan.
Bisa juga makna berdiri diatas kemandirian sendiri yang integral. Substansi bangsa Indonesia yang lahir 17 Agustus 1945, adalah eksistensi berkat pemberian dari Rahmat Allah yang Maha Kuasa, seperti tertuang dalam alifa ke tiga pembukaan UUD 45. Itulah substansinya, sehingga siapa pun yang terlibat di dalamnya tak bisa keluar dari DNA Falsafah Pancasila, sebagai dorongan keinginan luhur yang kemudian membacakan teks proklamasi.
Untuk itu, jiwa bangsa dapat berubah ke arah yang lebih layak, jika dari jiwa masing-masing wartawan Indonesia bangkit mengguat janin bangsa yang lama dikandungnya di era kebangkitan. Dan dibela saat masa perang Revolusi. Setelah Konferansi Meja Bundar, Pers Nasional main jauh, jadi pers ideoligi partai, pers pembangunan, pers industri, dan sekarang pers Humas. Ketika pers menganggukkan kepala pada eksistensi Industri Pers, maka pada saat yang sama, Pers telah memotong kepalanya sendiri. Karena dalam dunia industri yang ada hanya komoditi. Manusia tercerabut dari kemanusiaannya sendiri.(amd)
Bagikan artikel ini



