Kandungan Adiktif Mengakibatkan Ketergantungan
NABIRE – Ketergantungan kepada narkoba dan minuman keras bahkan rokok sedikitnya dipengaruhi oleh kandungan adiktif. Kandungan inilah
NABIRE – Ketergantungan kepada narkoba dan minuman keras bahkan rokok sedikitnya dipengaruhi oleh kandungan adiktif. Kandungan inilah yang mengakibatkan ketergantungan. Kandungan inipun ikut mempengaruhi aktifitas urat saraf yang menghubungkan otak bawah sadar, tempat memori di otak ke otak dan pancaindera manusia.
Zakeus Petega dalam sosialisasi Perketatan Larangan Miras dan Narkoba dari Majelis Rakyat Papua (MRP) Kelompok Kerja (Pokja) Keagamaan yang digelar Taman Kanak-kanak (TK) St Anthonius Bumiwonorejo, Selasa (22/6) mengatakan ketergantungan biasanya akibat adanya kandungan adiktif. Dan bahayanya, kandungan ini ikut mengganggu saraf-saraf di otak sehingga secara pelan akan memutuskan urat saraf di otak sehingga memori yang tersimpan di otak bawah, lamban bahkan tidak tersalur ke otak dan indera pada manusia untuk membedakan mana yang baik dan buruk,
Zakeus Petege mencontoh, orang yang mengonsumsi miras, ketika berhadapan dengan mobil di depannya, peringatan akan bahaya ketika itu, lamban sehingga menabrak, sekalipun bahaya yang bakal terjadi tersimpan di otak bawah ada tetapi karena saraf sensoris lamban mentransfernya ke otak lalu ke indera seperti mata.
Contoh lainnya, keributan, seks bebas dan pencurian saat mabuk usai mengkonsumsi miras, sudah tahu itu tidak baik dan ada resikonya. Ada di otak bawah tetapi karena adikatif, memori yang tersimpan di otak bawah lamban sehingga ia melakukan hal itu, sekalipun kemudian menyadarinya.
Lebih parah lagi itu di kalangan kaum muda yang masih sekolah/kuliah. Akibat kandungan adiktif juga akan lamban mengerjakan soal ujian/ulangan. Karena, memori di otak bawah lamban ke otak.
Pekerja Sosial ini disela-sela sosialisasi secara terpisah mengatakan, akibat buruk dari adiktif tersebut tidak hanya miras tetapi juga narkoba. Kecanduan narkoba karena adanya kandungan adikatifnya. Kalau tidak ada kandungan adikatif, tidak ada ketergantungan narkoba. “Kalau tidak ada adikatif di dalam narkoba, tidak apa-apa, tidak ada ketergantungan. Tetapi ketergantungan karena mengandung adikatif,” jelasnya.
Tidak hanya narkoba dan miras, Zakeus menilai, menjadi pecandu rokok sekalipun tahu akibatnya merusak paru-paru, tetap menjadi pecandu karena adikatifnya.
Zakeus mengingatkan, untuk membuktikan apakah di dalam miras terdapat kandungan adikatif perlu diuji melalui laboratorium, tidak bisa mengatakan adanya kandungan adikatif tanpa pemeriksaan laboratorium. (ans)
Bagikan artikel ini



