NABIRE – Dalam Papua Youth Day (PYD) yang ke-2, ada cerita menarik di dalamnya. Dikarenakan ada anak laki-laki penyandang disabilitas, Tuna Netra, yang menampilkan bakat musiknya di hadapan ratusan orang yang hadir dalam PYD tersebut.

Nama laki-laki tersebut ialah, Kaspar yang berasal dari Merauke, Provinsi Papua Selatan. Dan tinggal di Panti Asuhan Vincensius, di Merauke. Kaspar, berpesan untuk PYD ini sangat bagus karena dengan adanya kegiatan ini bisa saling bertemu, dan saling berbagi pengalaman dari pesisir dan pegunungan.  

Untuk teman-teman orang muda di tanah Papua, yaitu jangan terus menerus membanggakan bahwa alam kita ini indah, itu yang sering di dengar.

Ia menambahkan, Tanah Papua ini tanah yang kaya, boleh membanggakan tapi kurang pas dan cara yang benar ialah kita harus berpikir dan bagaimana cara mengelola alam yang indah atau tanah yang kaya ini. 

Dengan cara yaitu harus, belajar yang baik dan tidak boleh malas belajar.

“Iman tanpa pengetahuan adalah buta, atau pengetahuan tanpa iman itu lumpuh, artinya saya harus menjalankan hidup ini dengan kesadaran penuh, tidak boleh tergantung oleh dogma-dogma atau apapun itu,” ujar Kaspar ketika media ini mewawancarainya di Aula Gereja Katolik Kristus Sahabat Kita (KSK), Bukit Meriam, Sabtu (5/7/2025).

Semoga saja mereka tidak hanya terus menerus bertumbuh dalam iman atau pengetahuan. Akan tetapi, harus berjalan diatas keduanya. Bukan hanya gereja saja yang maju, atau tanah yang maju tetapi keduanya sama-sama berkembang, tidak hanya salah satunya.(edi)