NABIRE - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Tengah, Katherin Maruanaya, pada Minggu (22/12/24) melakukan reses ke Kampung Yaur Hegure Distrik Yaur, Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah. Dimana, reses merupakan kegiatan pimpinan dan anggota DPRD untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi dan pengaduan masyarakat di masing-masing wilayah Daerah Pemilihan (Dapil).

Kedatangan salah satu anggota DPR Provinsi Papua Tengah Katherin Maruanaya disambut hangat oleh warga masyarakat Kampung Yaur Hegure, banyak masukan dan saran serta keinginan warga masyarakat di Kampung Yaur Hegure yang harus ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah kabupaten khususnya, dan juga Pemerintah Provinsi Papua Tengah pada umumnya. Mulai dari bidang pendidikan, kesehatan serta ekonomi masyarakat, masih saja menjadi persoalan yang mendasar di Kampung Yaur Hegure hingga kini.

“Salah satu persoalan di Kampung Yaur Hegure, yakni fasilitas sekolah SD YPK Ora Et Labora yang kondisinya sangat memprihatinkan, dimana kelas-kelas banyak dalam keadaan rusak, dan kurang fasilitas. Proses belajar mengajar selama ini, menurut masyarakat hanya dilakukan oleh guru dari yayasan tangan pengharapan, sedangkan guru yang ditempatkan oleh pemerintah belum ada di sekolah ini, ini masalah yang harus kita tindaklanjuti,” ungkapnya.

Selain itu, kata Katherin, masalah pelayanan kesehatan juga menjadi masalah yang sering terjadi di kampung-kampung, sehingga diharapkan kedepan untuk penempatan tenaga medis maupun tenaga pengajar di kampung-kampung. Masyarakat meminta kepada pemerintah daerah untuk mengangkat dan menempatkan para tenaga pengajar maupun tenaga medis dari anak-anak asli kampung tersebut, sehingga mereka lebih betah melayani. 

Salah satu Tokoh Masyarakat Kampung Yaur Hegure, Melki S. Titama mengatakan, reses yang dilakukan oleh salah satu anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Katherin Maruanaya adalah hal yang luar biasa dan masyarakat Kampung Yaur Hegure memberikan apresiasi kepada DPRP Papua Tengah yang betul-betul menjadi wakil rakyat dan mau mendengar aspirasi masyarakat di Kampung Yaur Hegure.

“Banyak aspirasi yang sudah kami sampaikan, terutama masalah SDM di Kampung Yaur Hegure ini, dan sampai hari ini banyak yang kami lihat, yang pertama menyangkut guru-guru yang ditempatkan di Kampung Yaur ini, sementara ini hanya ada guru-guru dari Yayasan yang mengajar di sini, untuk itu kami mengharapkan pemerintah untuk membantu kami dalam hal fasilitas pendidikan anak-anak kami kedepan dan juga kondisi gedung sekolah yang banyak rusak,”ujarnya.

Hal senada, juga dikatakan salah satu Tokoh Masyarakat Kampung Yaur Hegure, Efraim Awandoi yang mengatakan, selaku warga masyarakat Kampung Yaur Hegure merasa malu karena, justru guru-guru dari Yayasan Tangan Pengharapan ini yang selalu bersama-sama masyarakat dan mendidik anak-anak di Kampung Yaur ini, dimana peran pemerintah?, sehingga, masalah pendidikan di Kampung Yaur Hegure ini sangat memprihatinkan.

“Kami meminta kepada pemerintah untuk mendukung kami dalam fasilitas pendidikan, termasuk tenaga Guru dan juga Tenaga Medis, serta perabotan sekolah yang ada di kampung kami ini, karena hanya dari guru bisa adanya Bupati, bisa ada anggota DPR, supaya anak-anak kami ini lebih pintar, cerdas dan bisa menjadi pemimpin di negeri ini,”tutur, Efraim.

Katherin berharap, aspirasi yang telah diajukan oleh warga masyarakat Kampung Yaur Hegure ini dapat memberikan motivasi bagi pemerintah daerah Provinsi Papua Tengah dan juga kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire untuk segera menidak lanjuti, apa yang menjadi harapan warga masyarakat Kampung Yaur Hegure kedepan, untuk bisa maju dan berkembang bersama-sama dalam hal pembangunan yang merata di wilayah Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah.(cad)