NABIRE - Pengelolaan sampah di wilayah Kabupaten Nabire itu gampang–gampang susah. Dikatakan susah jika teknisnya tidak pas, sehingga terlihat di mana–mana bisa terjadi tumpuhkan sampah yang membuat kota ini menjadi kotor. 

Demikian dikatakan Kepala Kelurahan Bumiwonorejo, Kelik Prabowo, S.Pt, M.Pt, ketika ditemui Papuapos Nabire, Jumat (22/9/23).

Dikatakan, kita dapat membutuhkan regulasi, dana yang cukup, tingkat kesadaran masyarakat serta adanya dukungan dan pasrtisipasi dari seluruh lapisan masyarakat.

Sehingga dari regulasi yang ada bersama dana dari pemerintah sebagai dana rangsangan awal, pemerintahan kelurahan bisa menggerakan warganya di awal untuk pengelolaan sampah. Selanjutnya dengan regulasi yang ada pemerintah paling bawah (kelurahan, red) bisa meminta partisipasi langsung dari masyarakat untuk kelanjutan pengelolaan sampah dari rumah ke rumah sebagai salah satu tradisi serta membangun tingkat kesadaran seluruh lapisan masyarakat.

dengan peran serta masyarakat yang ikut memberikan dukungan sumbangsih yang digerakan langsung oleh pemerintah kelurahan, diharapkan pengelolaan sampah itu akan berjalan terus dan tidak akan putus. Diharapkan untuk pengelolaan sampah di seluruh Kota Nabire sebaiknya dikembalikan ke kelurahan masing-masing.

“Apabila kita ingin Kota Nabire terus bersih, maka tanggung jawab pemerintah bersama masyarakat harus mengurusinya dengan serius. Sehingga disarankan kepada seluruh masyarakat agar jangan lagi terlihat ada tumpukan sampah di jalur hijau dan jangan pula membuang sampah di lorong–lorong jalan yang sepi,” ujarnya.

Karena dengan membuang sampah rumah tangga di sembarang tempat, akan membuat Kota Nabire menjadi kotor. Dan lebih parah lagi akan menimbulkan bauh tidak sedap yang pada akhirnya dihirup oleh masyarakat dan kembali kita tidak sehat yang akibatnya dari pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya.(des)