NABIRE - Untuk mewujudkan impian anak dalam rangka pengembangan bakat dan minat, para peserta didik dari tingkat SD hingga SMA dan SMK perlu adanya tingkat koordinasi antara sekolah dan dinas pendidikan. Karena data Dapodik peserta didik menjadi kunci yang sangat penting.

Demikian dikatakan staf Bidang Pendidikan Khusus dan Akademik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Zeth Sonny Awom, Amd, SE kepada Papuapos Nabire, akhir pekan lalu.

Kata dia, dalam pengembangan bakat dan minat para peserta didik yang sudah terdaftar di Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) yang bernaung di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), maka peserta didik bisa diberikan kesempatan untuk pengembangan bakat dan minat.

Karena mulai tahun 2023 ini adanya banyak peluang dan kesempatan yang dikoordinir BPTI dan memberikan kesempatan untuk anak-anak dari SD hingga SMA dan SMK bisa tampil guna mewujudkan bakat dan minat pada sejumlah kegiatan lomba. Seperti lomba Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN), Olah Raga Siswa Nasional (OSN), Lomba Ketrampilan Siswa (LKS) dan Lomba Festival Siswa Nasional (LFSN).

Sejumlah kegiatan itu menjadi ajang dan kesempatan bagi seluruh peserta didik untuk bisa tampil untuk mengembangkan bakat dan minat yang diselenggarakan mulai dari tingkat distrik, kabupaten, provinsi hingga ke tingkat nasional. Tetapi semuanya ini kurang adanya koordinasi yang baik antara sekolah dan dinas pendidikan soal Dapodik peserta didik.

Zeth Sonny Awom berharap pada tahun 2024 mendatang semua peserta didik di 8 kabupaten di wilayah Provinsi Papua Tengah punya kesempatan yang sama  untuk mengembangkan bakat dan minat. Tinggal orang tua kerja sama dengan pihak sekolah agar Dapodik anak terkonek lansung di BPTI.

Untuk itu dimulai dari saat ini semua sekolah dari SD hingga SMA dan SMK yang ada di Provinsi Papua Tengah, sudah harus berkoordinasi dengan dinas pendidikan masing–masing kabupaten. Agar Dapodik peserta didik tidak lagi menjadi masalah, karena masalah Dapodik itu bisa terjadi karena kurang koordinasi yang baik.

Dengan terdaftaranya Dapodik peserta didik dari masing-masing menjadi jalan mulus bagi anak-anak untuk bisa dapat mengembangkan bakat dan minatnya di semua event yang diselenggarakan BPTI. Sehingga mulai dari sekarang harus dibangun koordinasi yang baik menyangkut Dapodik peserta didik di 8 kabupaten.(des)