NABIRE - Bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Selasa (11/6/2024), Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI mengembalikan 58 siswa/siswi program Afirmasi Adem, sekolah menengah atau setingkat SMA/MA dan SMK kepada orangtua murid melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah.


Pengembalian 58 siswa/siswi program afirmasi ini langsung diterima oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Fredi Edowai, SE.,M.DP, didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Viktor Tebay, S.Sos.,MAP dan disaksikan sejumlah orangtua murid yang hadir.


Dalam sambutannya Fredi Edowai mengatakan, pada tiga tahun lalu kita masih berada di Provinsi Papua dan pada saat ini anak-anak telah kembali ke Provinsi Papua Tengah setelah 3 tahun lalu menimbah ilmu di luar pada 6 kota studi yang ada di Pulau Jawa dan saat ini telah kembali ke kampung halaman.


Untuk itu, selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah mau katakan, bahwa pendidikan di 8 kabupaten yang ada di wilayah Provinsi Papua Tengah menjadi hal yang sangat penting, karena sesuai dengan tema Papua, 'Manusia itu harus kenyang, sehat dan pintar', sehingga untuk menjawab kata cerdas pemerintah telah bekerjasama dengan sejumlah pihak termasuk perguruan tinggi untuk mendukung Sumber Daya Manusia (SDM) orang asli Papua.


Sehingga kepada 58 siswa/siswi yang baru saja menyelesaikan pendidikan pada program Afirmasi Adem dapat dipersilahkan untuk maju bersama teman–teman lain yang baru lulus sekolah SMA/MA dan SMK ke perguruan tinggi yang telah ada kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.


Dengan demikian kemampuan dan bekal ilmu yang telah didapat selama 3 tahun di 6 kota studi, diharapkan untuk digunakan lagi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan kepada anak-anak. "Harus pandai–pandai membaca peluang yang ada agar kelak kalian menjadi pemimpin di daerah ini, karena anak-anak merupakan generasi emas di 100 tahun Indonesia Merdeka,” ajak Fredi.


Sementara itu, di tempat yang sama Staf Program Afirmasi Kemendikbudristek RI, Linda mengatakan, pengembalian ke58 siswa/siswi program afirmasi sekolah menengah, tentunya membawa kebahagian tersendiri bagi orangtua murid, tetapi juga bagi anak-anak. Karena selama 3 tahun lalu telah berpisah dari orang tua.


Untuk itu pada kesempatan ini selaku staf dari Kemendikbudristek proram afirmasi mau mengatakan, bahwa selama 3 tahun anak-anak kita berada di 6 kota studi yang ada di pulau Jawa, mereka tidak hanya belajar mencari ilmu, juga diberikan kesempatan mengenal dan belajar budaya–budaya yang ada di masing-masing kota studi.


Dan perlu diketahui pula, program Adem yang telah diikuti oleh 58 anak-anak yang ada di 8 kabupaten wilayah Provinsi Papua Tengah telah membuat anak-anak, bukan saja pintar, tetapi juga mereka mandiri, sehingga kepada 58 siswa/siswi program Afirmasi Adem jaga apa yang telah didapat selama pendidikan dan disarankan agar tetap semangat dan harus melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melali program Afirmasi Adik.(des)