NABIRE - Telah terjadi kericuhan di Pasar Malam Taman Gizi Nabire, Papua Tengah, Sabtu malam (7/06/2025), sekiranya pukul 21.45 WIT. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran para pengunjung. Sebab kejadian tersebut telah terjadi sebanyak dua kali berturut-turut di Kota Nabire.

Kejadian pertama terjadi pada Sabtu, 8 Mei 2024 lalu, dan saat ini terjadi kembali pada Sabtu, 7 Juni 2025 kemarin. Menanggapi hal ini, anggota DPRK Nabire, Imanuel F.H. Rumbewas, via WhatsApp (WA) kepada media ini, mengatakan tujuan utama pasar malam itu untuk meningkatkan ekonomi lokal dan memberikan hiburan bagi masyarakat Nabire. 

Jadi saran saya dalam hal ini pemerintah, melalui dinas-dinas terkait, salah satunya dinas pariwisata, perdagangan, koperasi maupun badan pendapatan daerah bisa melihat peluang sumber pendapatan asli daerah yang ada melalui kegiatan pasar malam, ujar Manu Rumbewas, panggilan akrabnya.

Manu menambahkan, kalau bisa dikelola dengan baik dan bisa melihat peluang sumber PAD melalui kegiatan pasar malam, andaikan bisa dikelola dengan baik dan dilibatkan banyak Masyarakat. Ketika ini dikelola dengan baik oleh pemerintah dan melibatkan karang taruna yang berada di wilayah kegiatan setempat, ini akan menekan angka pengangguran di wilayah tersebut, tambahnya.

Anggota DPRK Nabire Komisi A yang membidangi keamanan dan ketertiban itu juga sangat mengapresiasi langkah-langkah penanganan yang dilakukan oleh pihak kepolisian yang sudah menangani keamanan dan ketertiban yang terjadi di wilayah tersebut.

Imanuel Rumbewas mengatakan, hal ini perlu dievaluasi bersama dan mengambil langkah-langkah agar tidak berdampak kepada masyarakat atau pengunjung pasar malam. "Ini bagian penting menjadi catatan juga bagi pemerintah daerah agar bisa mengagendakan atau membuat iven-iven tahunan dan melibatkan UMKN lokal yang ada di wilayah Nabire agar dapat juga menjadi bagian untuk mempromosikan pariwisata Kabupaten Nabire," tambahnya.

Diterangkannya, sebagai contoh dari Kabupaten Ponorogo dari sektor restribusi dan pajak pasar malam yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo di tahun 2025 mencapai 575 juta pajak yang didapat dari hasil kegiatan pasar malam. "Dan bagian ini sangat baik dan kami selaku anggota DPRK Nabire sangat mendukung kalau kegiatan ini diatur atau diagendakan sebagai iven tahunan dan akan menjadi sumber PAD yang sangat luar biasa," katanya.

Kejadian yang terjadi pada Sabtu malam itu diakibatkan oleh masyarakat/pemuda yang melawan aparat keamanan akibat Miras. Ini, lanjutnya, salah satu persoalan sosial yang perlu bersama-sama untuk dicarikan solusinya. 

Ini juga menjadi catatan penting bagi semua kalangan bersama pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah konkret dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Nabire, imbuhnya. 

Tak lupa, Imanuel Rumbewas menyampaikan ucapan terima kasih untuk panitia kegiatan pasar malam yang sudah menyajikan hiburan bagi warga masyarakat Kabupaten Nabire dan juga memberikan sedikit sarana masukan agar kegiatan-kegiatan seperti ini ke depannya akan melibatkan pihak-pihak teknis yang membidangi kegiatan ini terutama pemuda-pemudi yang berada di sekitar tempat kegiatan pasar malam tersebut.(joseph)