NABIRE - Peserta sarasehan terdiri pengurus dan anggota persekutuan wanita dari tingkat jemaat, klasis, BPD dan Departemen Wanita Sinode GPDP. Mereka semua datang dari enam provinsi di Tanah Papua. Maksud dan tujuan dari pada sarasehan ini adalah menyatukan persepsi Alkitab, sehingga bisa satu konsep dalam pelayanan, kemudian menyatukan tali silaturahmi atau tali cinta kasih diantara para wanita GPDP untuk saling mengenal, saling menguatkan satu sama lain.


"Saya apresiasi untuk keterlibatan peserta di Sarasehan kali ini," demikian dikatakan Ketua Sinode GPDP Pendeta (Pdt) Dr. Robert Marini, M.Th saat ditemui Papuapos Nabire di sela-sela kegiatan pembukaan Sarasehan Nasional Persekutuan Wanita (SNPW) Gereja Pentakosta Di Papua (GPDP) yang berlangsung, Senin (24/06/2024) bertempat di Aula KSK Bukit Meriam Nabire, Provinsi Papua Tengah.


Lanjutnya, materi-materi yang secara khusus disampaikan bagi wanita, sehingga benar-benar Wanita GPDP bisa menjadi seperti apa yang tertuang dalam tema kali ini, yakni menjadi wanita yang unggul dan berintegritas, sehingga bisa menjadi berkat bagi suami, pendidik dan pengasuh yang baik bagi anak-anak mereka, dan dapat menjadi saluran berkat bagi wanita-wanita yang lain.


"Sungguh sesuatu hal yang menakjubkan dan saya berikan apresiasi kepada mereka, karena pada catatan panitia itu peserta sebanyak tujuh ratusan, tetapi sampai pembukaan hari ini ada hampir seribu lebih. Dan kelihatan memang para wanita atau ibu-ibu mempunyai semangat yang tinggi dalam mengikuti sarasehan ini,"ujarnya.


Selaku Ketua Sinode GPDP berharap, ketika para peserta sarasehan yang merupakan Wanita-wanita GPDP, pada saat kembali ke jemaat masing-masing dapat memiliki pemahaman suatu Theologi yang baik, dan bisa menjadi pribadi yang unggul, berintegritas dan lewat kepribadain yang nanti dibentuk, dapat menjadi berkat bagi banyak orang.(cad/amd)