JAKARTA - Dalam Segmen dua debat publik kedua, Calon Gubernur (Cagub) dan Cawagub Provinsi Papua Tengah (PPT), Pasangan Calon (Paslon) Meki Nawipa dan Deinas Geley mendapatkan pertanyaan tentang bagaimana strategi Paslon merumuskan tata kelola keamanan, demi menjamin rasa aman masyarakat adat, untuk mengelola sumber daya alam tersebut.

Dari itu, jika dirinya dan wakilnya terpilih, pertama akan koordinasi dari seluruh sisi, gubernur juga pasti akan berkoordinasi dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada, gubernur akan berkoordinasi dengan semua pihak, untuk bagaimana mencari solusi.

Hal tersebut dikatakan Meki Nawipa dalam debat kedua di Studio Metro TV, Sabtu (9/11/2024) lalu.

Meki Nawipa menambahkan, pemimpin harus menjadi jawaban dan sekedar untuk diketahui dirinya juga pernah menjadi bupati di daerah konflik, yaitu Paniai dan waktu itu kalau pemimpinnya tidak ada, artinya tidak bisa menyelesaikan permasalahan tersebut.

Khusus untuk Orang Asli Papua (OAP), pasti Paslon MEGE akan melakukan Kofermas yang dimana koperasinya jelas, sehingga ada 99 hektar masyarakat adat mengelola, dan bisa menggandeng pengusaha untuk bisa datang bersama-sama dan mengembangkan itu.

"Masalah konflik itu hanya tinggal komunikasi, bagaimana kita bisa komunikasi antar pemerintah dan masyarakat, pemerintah daerah dan pemerintah pusat," ujarnya.

Untuk persoalan izin, bupati tidak punya kewenangan tersebut, dirinya mengetahui karena pernah menjabat di posisi itu, dan akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, juga berkoordinasi dengan masyarakat adat dan pemilik hak ulayat, agar bisa mencari solusi untuk siapa, dapat apa dalam proses ini.(edi)