Koordinasi, Sinkronisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan Ditutup
NABIRE - Setelah berlangsung selama tiga hari, Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Sosial (Dinsos) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Kamis (18/07/2024) bertempat di Aula Pandu Sakti 97 Kodim 1705/Nabire, pukul 12.30 WIT, akhirnya Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan Kebijakan, Program dan Kegiatan Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan ditutup secara resmi oleh Penjabat Gubernur Provinsi Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos.,M.M diwakili Plt Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Sosial dan P3A Papua Tengah, Karaman Patari, SE, ditandai dengan pemukulan tifa dan pelepasan tanda peserta.

NABIRE - Setelah berlangsung selama tiga hari, Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Sosial (Dinsos) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Kamis (18/07/2024) bertempat di Aula Pandu Sakti 97 Kodim 1705/Nabire, pukul 12.30 WIT, akhirnya Koordinasi dan Sinkronisasi Pelaksanaan Kebijakan, Program dan Kegiatan Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan ditutup secara resmi oleh Penjabat Gubernur Provinsi Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos.,M.M diwakili Plt Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Sosial dan P3A Papua Tengah, Karaman Patari, SE, ditandai dengan pemukulan tifa dan pelepasan tanda peserta.
Dalam sambutan tertulis Pj Gubernur Papua Tengah, dibacakan Karaman Patari mengatakan, Pemprov Papua Tengah mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada semua peserta koordinasi dan sinkronisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dari delapan kabupaten se-Papua Tengah dan narasumber.
Dengan harapan, semua materi yang diberikan selama tiga hari, dapat memberikan pencerahan dan inspirasi bagi para peserta, untuk lebih mengetahui jenis-jenis kekerasan bagi perempuan Papua. Serta, kebijakan perlindungan hak perempuan dalam pencegahan dan penanganan kekerasan serta mengetahui tempat pengaduan, pelaporan dari tingkat kabupaten sampai ke tingkat nasional.
"Setelah dilaksanakan selama tiga hari, dihadiri oleh perempuan-perempuan hebat Provinsi Papua Tengah, kiranya dapat memberikan tambahan pengetahuan, pemahaman serta meningkatkan wawasan bagi peserta tentang koordinasi dan sinkronisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan," ungkapnya.
Sementara itu, ketua panitia, Karaman Patari saat diwawancarai Papuapos Nabire mengatakan, antusias peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi dan semangat. Hal inilah, yang diharapkan panitia dan mudah-mudahan di tahun depan, para peserta ini bisa ikut kembali dalam sejumlah kegiatan yang akan digelar oleh Dinsos P3A Papua Tengah.
"Kami berharap, semua peserta, ketika kembali ke kabupaten masing-masing dapat mewujudkan dan mengimplementasikan apa yang didapat selama tiga hari dalam kegiatan ini, baik dalam pembelajaran-pembelajaran yang diberikan oleh narasumber, maupun pengalaman-pengalaman dari peserta secara pribadi, yang dibagikan ke sesama peserta,"ujarnya.
Mudah-mudahan mereka, lanjutnya, bisa menerapkan apa yang didapat selama tiga hari ini, masalah kekerasan tidak boleh terjadi lagi dalam masyarakat, khususnya kita yang ada di Papua Tengah, dan kekerasan tidak boleh terjadi lagi kepada perempuan maupun anak-anak.
Kegiatan koordinasi dan sinkronisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan ditutup dengan peragaan yel-yel dari para perempuan-perempuan hebat Papua Tengah, dari delapan kabupaten, serta menari bersama, sebagai tanda Perempuan Papua menolak dengan keras segala bentuk kekerasan terhadap kaum hawa dan juga kepada anak-anak.(cad)
Bagikan artikel ini



