KUA Intensifkan Bimbingan Pra Nikah untuk Calon Pengantin
NABIRE – Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Nabire terus berupaya meningkatkan kualitas keluarga melalui program bimbingan pra nikah untuk calon pengantin. Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan calon pengantin menghadapi kehidupan berumah tangga.

NABIRE – Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Nabire terus berupaya meningkatkan kualitas keluarga melalui program bimbingan pra nikah untuk calon pengantin. Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan calon pengantin menghadapi kehidupan berumah tangga.
Kepala KUA Kabupaten Nabire, Arif, S.Ag mengungkapkan, bimbingan pra nikah merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap calon pengantin. "Bimbingan ini bukan hanya sekedar formalitas, tetapi merupakan bekal penting untuk membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah," ujar Arif saat ditemui di kantornya, Jum'at (11/10/2024).
Melalui bimbingan pra nikah, calon pengantin diberikan pemahaman yang komprehensif mengenai berbagai aspek kehidupan pernikahan. Mulai dari persiapan mental, spiritual, hingga pengelolaan keuangan keluarga. Selain itu, mereka juga dibekali pengetahuan tentang hukum keluarga, hak dan kewajiban suami istri, serta pentingnya komunikasi yang efektif dalam membangun rumah tangga.
"Kami menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, seperti psikolog, ahli agama dan tokoh masyarakat. Mereka akan memberikan materi yang relevan dan interaktif sehingga calon pengantin dapat lebih mudah memahami," tambah Arif.

Program bimbingan pra nikah yang dilaksanakan KUA Nabire telah memberikan dampak positif bagi para calon pengantin. Beberapa di antaranya adalah meningkatnya kesadaran akan pentingnya pernikahan yang didasari oleh cinta, kasih sayang dan komitmen yang kuat.
Selain itu, bimbingan pra nikah juga membantu calon pengantin dalam mengatasi berbagai permasalahan yang mungkin muncul dalam kehidupan pernikahan. Mereka menjadi lebih siap menghadapi tantangan dan mampu mengambil keputusan yang bijak.
"Banyak peserta bimbingan pra nikah yang merasa sangat terbantu dengan program ini. Mereka merasa lebih percaya diri dan siap untuk membangun keluarga yang harmonis," ungkapnya.
Meskipun telah memberikan banyak manfaat, program bimbingan pra nikah masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah kesadaran masyarakat yang masih rendah mengenai pentingnya mengikuti bimbingan ini.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, KUA Nabire terus melakukan sosialisasi secara intensif kepada masyarakat. Selain itu, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, seperti tokoh agama, tokoh masyarakat dan lembaga pendidikan, untuk mempromosikan program bimbingan pra nikah.
"Kami berharap dengan semakin banyaknya pasangan yang mengikuti bimbingan pra nikah, angka perceraian di Kabupaten Nabire dapat menurun dan kualitas keluarga semakin meningkat," pungkasnya.(sam)
Bagikan artikel ini



