Master Plan Drainase Kawasan Kota Nabire, Disusun
NABIRE - Bertempat di Aula Sapta Taruna, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nabire, Kamis (9/10) digelar penyusunan master plan drainase kawasan Kota Nabire. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIT ini dibuka oleh Asisten II Setda Nabire, Ir. Sukadi. Kegiatan turut dihadi
Bagikan
NABIRE - Bertempat di Aula Sapta Taruna, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nabire, Kamis (9/10) digelar penyusunan master plan drainase kawasan Kota Nabire. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIT ini dibuka oleh Asisten II Setda Nabire, Ir. Sukadi. Kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas PU Nabire, Joko Sungkono serta jajaranya, Kabag Pembangunan Setda Nabire, Suwardi, kontraktor, Kepala Distrik Nabire, Maikel Y. Danomira, SSTP, dan para lurah se-Distrik Nabire.
Dikatakan Asisten II Setda Nabire, Ir. Sukadi, ini merupakan kegiatan yang sangat positif bagi kita. Sehingga semua elemen yang ada di Kota Nabire perlu mendukung dan kerja sama. Agar harapan dan keinginan tujuan kita tercapai sesuai dengan keindahan Kota Nabire menuju Kota Adipura.
Dikatakan, Perda nomor 13 tahun 2008 mencetuskan bahwa menanam pohon penghijauan kembali agar daerah atau tempat-tempat yang mudah terkena erosi dan banjir dapat ditahan. Pada waktu musim hujan diharapkan melalui dinas terkait survey lapangan tentang kondisi existing dan pola aliran sistem drainase yang ada di Kota Nabire. Selain itu, juga melakukan survey indentifikasi lokasi daerah rawan genangan banjir dan penyebabnya, agar supaya mudah diketahui.
“Kalau daerah Kota Nabire ini kita tidak rawat baik maka mudah terkikis oleh rawan bencana alam. Sehingga kita menjaga dan rawat sangat penting agar hasil yang baik dapat diperoleh, seperti kualitas sumber air bersih dapat dinikmati anak cucu kita kedepan,” katanya.
Kepala Dinas PU Nabire, Joko Sungkono mengatakan, Kota Nabire terletak di pesisir pantai. Kawasan perkotaan Nabire terletak pada wilayah administrasi Distrik Nabire yang terdiri dari 10 kelurahan. Ketinggian dari atas permukaan laut berkisar 0-100 meter, topografi bergelombang dan kemiringan antara 0-5% di sekitar pesisir dan 5-15% dibagian selatan Kota Nabire.
Dikatan Joko, Kota Nabire mempunyai beberapa sungai yang mengalir dari arah selatan menujuh ke laut. Sungai-sungai tersebut melalui kawasan permukiman, perkebunan dan persawahan. Seiring dengan perkembangan kota dan pertumbuhan penduduk maka terjadi perubahan penggunaan lahan. Sehingga saluran irigasi menjadi saluran dranaise yang tentunya memiliki prinsip pengaliran yang beda.
Oleh karena perubahan tata guna lahan, beberapa lahan-lahan retensi untuk infiltrasi dan perlokasi sudah tidak ada lagi sehingga debit limpasan permukaan menjadi besar. Dengan demikian drainase berwawasan lingkungan sangat dibutuhkan untuk mengendalikan aliran dan mengantisipasi banjir yang mungkin dapat terjadi.
“Sebagaimana kita ketahui bahwa seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk semakin signifikan yang kita tidak bisa pungkiri lagi, tentunya kita membutuhkan sarana prasarana untuk kita tetap menjadi stabil dan eksis. Karena dengan jumlah penduduk yang begitu meningkat di Kabupaten Nabire, secara otomatis kebutuhan ruang itu sebagian besar dan terlebih lagi penutupan-penutupan ruang secara permanen semaking luas sehingga daerah tanah air itu semakin berkurang secara otomatis kita butuhkan pasti drainase,” paparnya.
Karena luapan-luapan yang terjadi tidak bisa terselap oleh permukaan tanah tidak bisa tertutup dengan betonisasi, pengaspalan dan sebagainya. Itu secara otomatis penguapan volume air hujan termasuk limpasan semakin tinggi, kalau tidak diatur drainase yang memadai. (modes)
Bagikan artikel ini



