Masyarakat Kwatisore Minta Talut Pantai
NABIRE - Masyarakat Kwatisore Distrik Yaur, Kabupaten Nabire meminta pemerintah daerah untuk membangun talut sepanjang pantai untuk menangkal abrasi. Masyarakat sudah mengusulkan kebutuhan sarana penanggulangan bencana ini dari tahun ke tahun lewat Musyawarah Rencana Pembanguban (Musrenbang) distrik, tetapi tak digubris di kabupaten. Oleh sebab itu, masyarakat berharap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire melalui sidang dewan.

NABIRE - Masyarakat Kwatisore Distrik Yaur, Kabupaten Nabire meminta pemerintah daerah untuk membangun talut sepanjang pantai untuk menangkal abrasi. Masyarakat sudah mengusulkan kebutuhan sarana penanggulangan bencana ini dari tahun ke tahun lewat Musyawarah Rencana Pembanguban (Musrenbang) distrik, tetapi tak digubris di kabupaten. Oleh sebab itu, masyarakat berharap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nabire melalui sidang dewan.
Anggota DPRD Kabupaten Nabire, Udin Mardin, sepulang dari kunjungannya ke Distrik Kwatisore, Sabtu (18/5/2024) siang mengatakan beberapa hari sebelum melakukan perjalanan dinas ke Distrik Kwatisore dalam rangka melihat langsung beberapa hal sambil menampung aspirasi masyarakat.
Masyarakat Kwatisore meminta perhatian dari pemerintah untuk membangun talut pantai. Karena pantai depan pemukiman warga di Kwatisore sudah habis akibat abrasi, sepanjang 1,6 KM. Sudah beberapa kali lewat Musrenbang sudah mengusulkan talut, talut, talut tetapi tidak ada tanggapan.
Udin Mardin menilai pemangunan talut di Kwarisore ini sangat serius. Karena, abrasi sudah mulai mengancam perumahan warga dan kampung Kwatisore.
************** Jalan Desa ********
Disamping penanggulangan bencana abrasi pantai, masyarakat juga mengeluh dengan kondisi jalan desa/kampung. Sesuai keluhan warga melalui kepala kampung, kata Udin, masyarakat sudah bangun antara gang dengan dana kampung tetapi jalan-jalan itu sudah rusak akibat banyak truck keluar masuk melewati jalan kampung. Sebab jalan kampung tidak mampu menahan beban muatan besar, apalagi banyak kali lama-lama jalan rusak.
Kondisi jalan kampung di Kwatisore jadi rusak, kata Kaka Bro panggilan akrabnya, karena jalan tembus Kwatisore, mobil-mobil masuk keluar untuk mengambil material. Bobot mobil dan timbunan jalan kampung itu beda.
Anggota legislatif ini mengakui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Nabire sudah bangun jalan masuk dan pengaspalan dari jalan Nabire-Wasior ke ujung kampung sesuai permintaan warga, tetapi sampai ke tengah kampung. Masyarakat minta untuk talut dari jalan besar ke Kampung Kwatisore.(ans)
Bagikan artikel ini



