NABIRE - Telah diketahui bersama bahwa pada tahun 2006 silam telah hadir salah satu sekolah se tingkat Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kampung Samabusa Distrik Teluk Kimi yang didirikan oleh Yayasan Masjid Al-Azhar, yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI) dengan jumlah rombongan belajar (Rombel) atau kelas yang sangat terbatas.

Dan hingga saat ini MI Al-azhar Samabusa terus berkembang maju dalam dunia pendidikan secara khusus di bidang studi matematika yang terus mengharumkan nama Kabupaten Nabire di tingkat Provinsi Papua kala itu, hingga ke tingkat nasional dengan meraih medali emas pada bidang studi matematika.

Dengan berjalannya waktu dan hingga saat ini, MI Al—Azhar Samabusa memiliki jumlah murid sebanyak 236 murid dengan jumlah ruang kelas yang tersedia hanya 9 ruangan, dimana untuk murid kelas I hingga kelas III dibuatkan kelas pararel A dan B, karena untuk murid kelas I hingga kelas III paling padat jumlah muridnya.

Dikatakan Kepala Sekolah MI Al-Azhar Samabusa, Ernawati, S.Pd kepada Papuapos Nabire, Sabtu (5/10/2024) di ruang kerjanya, dengan jumlah murid yang terus melonjak tentunya sangat kewalahan soal ketersediaan ruang kelas baru, sehingga kedepan MI Al-Azhar Samabusa membutuhkan 3 hingga 4 ruangan kelas baru.

Sebab untuk murid kelas I hingga kelas III yang ada saat ini, kedepan akan terus menjadi kelas pararel, sementara jumlah ruang kelas yang ada pada saat ini hanya 9 ruangan, dan pada awalnya MI Al-Azhar hanya memiliki 7 ruang kelas yang dibangun oleh pihak Kementerian Agama (Kemenaq) dan pihak Yayasan Masjid Al-Ahar.

Sehingga pada tahun pelajaran 2023/2024 dan 2024/2025 kembali dibangun tambahan dua ruangan kelas baru oleh pihak yayasan dan atas partisipasi dan dukungan orangtua murid yang hingga saat ini belum juga tuntas pembangunannya, namun dengan kekurangan kelas dua ruang baru tersebut tetap digunakan sambil dibangun sesuai kemampuan keuangan yang tersedia.

Dan hingga saat ini MI Al-Azhar Samabusa dengan jumlah guru sebanyak 16 guru, dimana tiga orang guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 13 orang lainnya merupakan guru honor yang terus sedia mendampingi dan mengajar ke236 orang murid di hari–hari efektif Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sesuai kalender pendidikan.(des)