Miras Masih Jadi Sorotan Para Tokoh Agama
NABIRE - Salah satu tuntutan dari para tokoh agama yang ada di Kabupaten Nabire adalah, masalah Minuman Keras (Miras). Hal ini ditekankan oleh salah satu tokoh agama, Pastor Nato yang hadir pada Silaturahmi Kapolres Nabire dengan para tokoh lintas agama yang ada di Kabupate
Bagikan
NABIRE - Salah satu tuntutan dari para tokoh agama yang ada di Kabupaten Nabire adalah, masalah Minuman Keras (Miras). Hal ini ditekankan oleh salah satu tokoh agama, Pastor Nato yang hadir pada Silaturahmi Kapolres Nabire dengan para tokoh lintas agama yang ada di Kabupaten Nabire dalam rangka Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di wilayah hukum Polres Nabire, yang berlangsung, Kamis (27/3) di Aula Rastra Samara Polres Nabire.
Kata dirinya, setiap masalah yang sering terjadi di wilayah Nabire, lebih banyak berawal dari minuman keras (Miras). Dan untuk mengatasi setiap permasalahan yang ada di Kabupaten Nabire sebenarnya tidak susah. Ketika Muspida Kabupaten Nabire benar-benar bisa menyempatkan waktu kepada para tokoh yang berpengaruh dan para tokoh lintas agama di Kabupaten Nabire, untuk saling berdiskusi saling memberikan saran dan masukan. Dan hal tersebut bukan hanya dilakukan jelang Pemilu saja, mungkin setiap minggu atau bulan, tergantung pengaturannya. Sehingga semua pihak merasa bertanggung jawab dan siap membantu aparat keamanan dalam menjaga situasi keamanan di wilayah Nabire. “Setahu saya, setiap perkara yang terjadi, baik antar kelompok dengan kelompok, suku dengan suku, aparat dengan masyarakat, diakibatkan oleh minuman keras salah satunya. Apakah bapak-bapak Muspida tidak bisa secara tuntas menyelesaikan masalah minuman keras ini. Maaf saya tidak tahu juga, tapi saya dengar minuman itu Polisi sendiri yang datangkan, tapi saya tidak tahu ini benar atau tidak. Kalau itu benar, kembali lagi kepada diri kita sendiri dan mau mengintropeksi diri kita sendiri,” tuturnya.Menurutnya, ketika pemerintah daerah bisa konsekuen dengan masalah Miras di Kabupaten Nabire, dirinya merasa yakin Nabire akan lebih kondusif dalam hal masalah keamanan dan ketertiban masyarakat. Dan hal tersebut merupakan salah satu cara untuk menciptakan kondisi yang baik di wilayah Kabupaten Nabire. Sebenarnya, semua ingin kesadaran dari masyarakat, tetapi apakah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pemerintah sudah betul-betul memperhatikan dan berbuat yang benar terhadap masyarakat atau tidak. Dirinya mengusulkan kepada Kapolres Nabire, untuk bisa bersama-sama dengan Muspida, para tokoh agama dan tokoh-tokoh yang lain, mengatasi masalah minuman keras di wilayah Nabire. Supaya masalah keamanan ini bisa terus dalam keadaan aman dan terkendali, karena dengan beredarnya minuman keras di wilayah Nabire, akan lebih banyak persoalan-persoalan yang timbul dan akan terjadi, akibat dari miras tersebut. Sementara itu, Kapolres Nabire, AKBP. Tagor Hutapea, S.Ik.,M.Si mengatakan, terkait masalah miras, dirinya mengibaratkan buah simalakama bagi pihak Kepolisian. Aartinya dimakan salah tidak dimakanpun salah, dijual salah tidak dijual juga salah. Beberapa kali Polres Nabire telah melakukan operasi Miras di wilayah hukum Polres Nabire, namun tetap saja Miras ini dijual. Dan rata-rata, penjual Miras terutama minumal lokal tetap beralasan terhadap masalah ekonomi, ketika dirinya menjual Milo atau minuman lokal. Dirinya selaku Kapolres mengakui, masalah Miras memang agak sulit untuk diberantas, karena hal tersebut salah satu bisnis yang paling menguntungkan. Disamping itu, pengkonsumsi Miras di Papua sangat besar, bila dibandingkan dengan daerah-daerah lain. Seandainya ditutup Miras di Nabire, yang bermain nanti pasti oknum aparat, kalau bukan aparat, mungkin para Tokoh-tokoh yang berpengaruh di wilayah ini.Oleh karena itu, Kepolisian tetap terus berusaha, dengan cara melakukan operasi-operasi ke tempat-tempat penjualan Miras, sehingga lewat operasi-operasi yang digelar, setidaknya bisa meminimalisir tingkat peredaran Miras di wilayah Kabupaten Nabire. (cad)
Bagikan artikel ini



