NABIRE - Dengan adanya penangkapan sejumlah “mobil nangka” yang dilakukan oleh aparat kepolisian dari Polres Nabire, sesungguhnya sebuah jalan terbaik untuk meniadakan antrian Bahan Bakar Minyak (BBM) di daerah ini.

Namun disarankan agar Polisi juga harus menangkap petugas SPBU sebagai saksi kunci. Karena tidak mungkin pelayanan pengisian BBM di “mobil nangka” tanpa ada komunikasi antara petugas SPBU dan sopir “mobil nangka”.

Sebab banyak pihak mengkaim bahwa jika masyarakat yang membawa gelon ke SPBU, tidak dilayani pembelian BBM. Sementara “mobil nangka” yang tersebunyi tangka modivikasinya justeru dilayani.

“Sehingga kami menyarankan Polisi tidak hanya menangkap sopir “mobil nangka” saja, tetapi para petugas SPU juga harus ditangkap. Sebab petugas SPBU dan mobil nangka sama-sama pelaku kejahatan,” ujar seorang guru yang tak mau identitas dikorankan kepada Papuapos Nabire, Jumat akhir pekan lalu.

Dan pemerintah diminta mencarikan solusi kepada para pelaku kejahatan “mobil nangka” dimana BBM subsidi rakyat dimanfaatkan untuk kepentingan bisnisnya, sementara masyarakat antri berjam-jam. Sehingga pemerintah dapat memfasilitasi para “mobil nangka” untuk mendapatkan BBM secara langsung di SPBU. Agar penjualan BBM eceran tetap berjalan dan ekonomi masyarakat juga berjalan demi menjawab kebutuhan hidup.

Untuk itu pada langkah awal ini, polisi diharapkan tidak segan-segan menangkap para pelaku “mobil nagka” bersama petugas SPBU. Dan selanjutnya diproses hukum dan kedepan ada efek jera yang bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

Namun jangan lupa harus dicarikan solusi bagi para pemilik “mobil nangka” dengan membuka sebuah solusi langsung. Sebab masyarakat juga membutuhkan penjulan BBM eceran di pinggiran jalan.

“Kami tidak ingin “mobil nangka” beroperasi mengambil BBM subsidi rakyat, tetapi kami berharap pemerintah memfasilitasi agar ada pelayanan khusus “mobil nangka” di kantor Pertamina, dan petugas pengisian BBM di SPBU juga harus ditangkap,” tuturnya.

Karena semua ini merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat yang ingin menjual BBM eceran di sepanjang jalan guna menjawab kebutuhan hidupnya. (des)