Muscab V DPC Hiswana Migas Wujudkan Organisasi Solid, Sinergi dan Profesional Hadapi Era Digital
NABIRE - Musyawarah Cabang (Muscab) V Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Hiswana Migas Provinsi Papua Tengah siap mewujudkan organisasi yang solid, sinergi dan profesional guna menghadapi era digital bersama PT.

NABIRE - Musyawarah Cabang (Muscab) V Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Hiswana Migas Provinsi Papua Tengah siap mewujudkan organisasi yang solid, sinergi dan profesional guna menghadapi era digital bersama PT. Pertamina Patraniaga. Muscab DPC Hiswana Migas ini dilaksanakan, Rabu (12/02/2025) pukul 10.00 WIT bertempat di Aula RRI Jalan Merdeka, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Executive General Manager Regional Papua Maluku, Sunardi mengatakan, hari ini menjadi perhatian khusus pihaknya, juga manajemen Pertamina Patraniaga, terkait dengan kegiatan yang dilaksanakan hari ini.
“Muscab V DPC Hiswana Migas ini akan menjadi atensi penting buat kami, yang pertama mencermati wilayah regional Papua - Maluku, yang masih terdiri dari Papua, Papua Barat dan Papua Tengah,” katanya.
Lanjutnya, pertamina tidak bisa bergerak leluasa tanpa Hiswana Migas dan sebaliknya Hiswana Migas juga tidak bisa bergerak dan operasional tanpa Pertamina.
Papua Tengah menjadi wilayah yang memiliki pantangan dan luar biasa dalam hal distribusi, walaupun secara umum di wilayah Papua ini menjadi tantangannya luar biasa bagi pertamina, dalam hal regional Papua-Maluku secara nasional.
“Kontribusi seles kita cuma 7 persen dari skala nasional. Sementara wilayah cakupan, geografisnya hampir 1/3 Indonesia, kemudian dari sisi biaya operasional yang harus ditanggung oleh pemerintah, skin pertamina 7% ini, biaya distribusinya sama seperti di wilayah Jawa bagian barat,” ujarnya.
Wilayah Jawa dan Provinsi Banten kontribusi seles secara nasional kurang lebih 25%. Artinya distribusi BBM ini terpusat, 25% itu hanya membackup daerah wilayah DKI, Jawa dan Banten, namun biaya distribusinya, itu sama seperti apa yang kita keluarkan di wilayah regional Papua-Maluku.
Jadi, jelasnya, standing pertamina untuk pengiriman BBM distribusi di wilayah Maluku-Papua, dalam satu tahun harus menyediakan anggaran kurang lebih 2,7 triliun. Itu hanya untuk distribusi 7% secara kontribusi di semua wilayah Indonesia. Kenapa bisa demikian?, pantangannya distribusi di wilayah Papua, bahwa merupakan satu kesatuan pulau, namun infrastruktur yang menghubungkan antar wilayah, itu belum terbuka dengan baik. Sehingga hampir 80% teknik distribusi wilayah Papua itu dengan menggunakan tiga jalur, yakni darat, laut dan udara.
Sekeder menambahkan, Hiswana Migas terkait dengan beberapa hal, antara lain energi minyak dan gas. Hiswana Migas adalah organisasi kewirausahaan di bidang energi minyak dan gas.
Hiswana Migas adalah mitra resmi Pertamina, perusahaan minyak dan gas milik negara Indonesia. Sementara, kewirausahaan Hiswana Migas berfokus pada pengembangan kewirausahaan di bidang energi minyak dan gas, dengan keanggotaa Hiswana Migas tersebar di seluruh Indonesia, termasuk pengusaha ritel minyak tanah, SPBU, SPPBE, Agen LPG dan lain-lain. Pengembangan bisnis Hiswana Migas juga berfokus pada pengembangan bisnis di bidang energi minyak dan gas, termasuk pengembangan infrastruktur dan teknologi.(feb)
Bagikan artikel ini



