NABIRE – Ketua Tim Pembina Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah Meki Nawipa, menyerahkan bantuan hunian layak kepada warga Kampung Wanggar Pantai, Distrik Yaro, Kabupaten Nabire, Jumat (28/8/2026).

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan saat Nurhaidah bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke kampung pesisir tersebut. Selain menyerahkan bantuan, kunjungan itu juga dimanfaatkan untuk melihat secara langsung kondisi sosial serta kebutuhan dasar masyarakat.

Nurhaidah mengatakan, bantuan hunian merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal yang lebih layak dan aman.

“Bantuan ini merupakan wujud kehadiran dan perhatian Pemerintah Provinsi Papua Tengah kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kami berharap rumah ini dapat memberikan tempat tinggal yang layak dan aman,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan kesejahteraan masyarakat tidak hanya berbicara mengenai bantuan fisik. Pemerintah juga perlu melihat persoalan lain yang dihadapi warga, termasuk akses pendidikan, kesehatan dan berbagai kebutuhan dasar lainnya.

Tiga Kilometer ke Sekolah

Dalam kunjungan tersebut, persoalan akses pendidikan anak-anak menjadi salah satu perhatian serius Tim Pembina Posyandu.

Sejumlah anak usia dini dan sekolah dasar di Wanggar Pantai harus menempuh jarak sekitar tiga kilometer untuk mendapatkan layanan pendidikan. Jarak tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi anak-anak usia sekolah.

Menyikapi kondisi tersebut, Nurhaidah mendorong agar keterbatasan fasilitas pendidikan tidak menjadi alasan terhentinya proses belajar anak.

Fasilitas yang tersedia di kampung, termasuk halaman kantor kampung maupun ruang terbuka di lingkungan sekitar, menurutnya dapat dimanfaatkan sebagai tempat pembelajaran alternatif sembari menunggu ketersediaan fasilitas pendidikan yang lebih memadai.

“Pendidikan anak-anak usia dini adalah investasi krusial untuk 20 hingga 45 tahun ke depan. Kita tidak boleh membiarkan tumbuh kembang mereka terhambat hanya karena keterbatasan gedung. Pembelajaran bisa dilakukan di mana saja, yakni di halaman kantor kampung maupun alam terbuka,” tegasnya.

Nurhaidah menilai pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia Papua Tengah. Karena itu, keterbatasan sarana dan prasarana tidak boleh menghilangkan kesempatan anak-anak untuk belajar.

Kampung Tua Suku Wate

Kepala Kampung Wanggar Pantai, Ayub Hao, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Ketua Tim Pembina Posyandu Papua Tengah bersama jajaran dan Tim Posyandu 6 SPM.

Menurut Ayub, kunjungan tersebut bukan sekadar penyerahan bantuan, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat sekaligus menyampaikan berbagai kebutuhan kampung secara langsung.

Ia mengatakan Wanggar Pantai memiliki nilai historis sebagai salah satu kampung tua di kawasan pesisir Nabire yang dihuni masyarakat suku Wate.

Ayub juga mengapresiasi pembangunan sarana Posyandu yang dinilainya kokoh dan berkualitas. Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan bukti perhatian pemerintah terhadap pelayanan dasar, terutama kesehatan ibu dan anak.

Ia mengimbau masyarakat bersama tokoh adat dan seluruh warga untuk menjaga serta merawat fasilitas Posyandu agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

“Kami berharap fasilitas yang sudah dibangun ini dijaga dan dirawat bersama. Jangan sampai dibiarkan terlantar seperti yang pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.

Ayub berharap pembangunan sarana Posyandu dapat diikuti dengan peningkatan pelayanan kesehatan dasar secara berkelanjutan, terutama bagi ibu dan anak di kawasan pesisir.

Harapan Mama Marta

Penyerahan bantuan rumah layak huni tersebut disambut haru oleh Mama Marta Raiki, salah satu penerima manfaat.

Marta mengaku bersyukur karena pemerintah telah melihat kondisi keluarganya dan memberikan bantuan yang selama ini dinantikannya.

Baginya, rumah tersebut bukan sekadar bangunan, tetapi menjadi tempat untuk menjalani kehidupan dengan lebih aman dan nyaman.

“Terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Kami bersyukur karena pemerintah sudah melihat kondisi kami dan memberikan bantuan ini,” ungkap Marta.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah selanjutnya berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kampung dan Tim Pembina Posyandu dalam menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berupaya menyisir berbagai persoalan kebutuhan dasar warga, mulai dari hunian layak, pendidikan, kesehatan hingga fasilitas pendukung lainnya.

Kehadiran Tim Posyandu 6 SPM di Wanggar Pantai diharapkan tidak berhenti pada penyerahan bantuan, tetapi menjadi awal dari pendampingan dan intervensi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kampung. (Luk)