Posyandu 6 SPM Sasar Wanggar Pantai
Tim Pembina Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Provinsi Papua Tengah turun langsung ke Kampung Wanggar Pantai, Kabupaten Nabire, Jumat (28/8/2026).

NABIRE – Tim Pembina Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Provinsi Papua Tengah turun langsung ke Kampung Wanggar Pantai, Kabupaten Nabire, Jumat (28/8/2026). Selain memberikan pelayanan dasar, tim juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat sekaligus memetakan kebutuhan warga di tingkat kampung.
Kehadiran tim tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Papua Tengah memastikan pelayanan dasar benar-benar menyentuh masyarakat dan diberikan sesuai kebutuhan.
Wanggar Pantai menjadi salah satu sasaran setelah Tim Pembina Posyandu melakukan survei terhadap tiga kampung calon penerima program di Kabupaten Nabire, yakni Kampung Wanggar Pantai, Waroki, dan Sanoba.
Dari hasil survei dan pemetaan lapangan, Wanggar Pantai dinilai membutuhkan intervensi program secara lebih menyeluruh.
Sekretaris Tim Pembina Posyandu 6 SPM Papua Tengah, Alfrida Pigai, menjelaskan bahwa pola pelayanan Posyandu saat ini telah mengalami perubahan. Posyandu tidak lagi hanya identik dengan pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi telah menjadi wadah integrasi enam bidang pelayanan dasar.
Enam bidang tersebut meliputi kesehatan, pendidikan, sosial, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), perumahan, serta pekerjaan umum (PU).
Menurut Alfrida, integrasi enam SPM tersebut merupakan pendekatan pemerintah untuk melihat persoalan masyarakat secara utuh. Dengan demikian, persoalan yang dihadapi warga tidak ditangani secara parsial oleh satu sektor saja.
“Melalui enam SPM ini, pelayanan tidak berjalan sendiri-sendiri. Semua sektor diharapkan bisa bersinergi sehingga kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara terpadu,” ujar Alfrida.
Ia menjelaskan, pendekatan Posyandu 6 SPM berbeda dengan pola sebelumnya, ketika masing-masing perangkat daerah menjalankan program sesuai bidangnya secara terpisah.
Kini, berbagai kebutuhan masyarakat dapat dipetakan melalui satu pendekatan dan kemudian ditindaklanjuti secara bersama oleh sektor-sektor terkait. Pendekatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menangani persoalan kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Lansia Berharap Pelayanan Berlanjut
Bagi masyarakat Wanggar Pantai, khususnya para lansia, kehadiran Tim Pembina Posyandu menjadi perhatian tersendiri.
Salah satu penerima manfaat, Aleda Rumawi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih karena pemerintah bersama tim Posyandu datang langsung ke kampung mereka.
“Terima kasih banyak untuk tim yang datang bisa membantu kami para lansia. Kami tidak bisa memberikan sesuatu untuk kalian, kami hanya mengucapkan terima kasih banyak. Semoga Tuhan Yesus memberkati,” ujar Aleda penuh haru.
Ia berharap pelayanan tersebut tidak berhenti pada satu kali kunjungan. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan akan sangat berarti bagi masyarakat, terutama warga lanjut usia.
“Kami ucapkan terima kasih untuk Posyandu dan tim pembina Posyandu yang sudah hadir membantu kami masyarakat Wanggar Pantai. Moga-moga di hari yang akan datang kita bisa bertemu kembali di Wanggar Pantai dengan keadaan yang sehat dan baik,” katanya.
Selain memberikan pelayanan dan bantuan, kunjungan tersebut dimanfaatkan Tim Pembina Posyandu untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat dan mendata berbagai kebutuhan yang masih dihadapi warga.
Data dan temuan lapangan tersebut diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan bentuk intervensi berikutnya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap program Posyandu 6 SPM dapat dilanjutkan oleh Tim Pembina Posyandu Kabupaten Nabire. Pemantauan dan pendampingan secara berkelanjutan dinilai penting agar intervensi yang diberikan tidak hanya bersifat sesaat, tetapi benar-benar berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Kampung Wanggar Pantai. (Luk)
Bagikan artikel ini



