O2SN Tingkat Nasional, Kemarin Dibuka
JAKARTA – Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat nasional, Senin (11/9/23) kemarin telah dibuka secara resmi oleh Pimpinan Komisi X DPR RI, Dede Yusuf. Upacara pembukaan yang digelar di Pekan Sari Cibinong dihadiri sejumlah pejabat.

JAKARTA – Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat nasional, Senin (11/9/23) kemarin telah dibuka secara resmi oleh Pimpinan Komisi X DPR RI, Dede Yusuf. Upacara pembukaan yang digelar di Pekan Sari Cibinong dihadiri sejumlah pejabat.
Pantauan media ini upacara pembukaan yang digelar di dalam ruangan, juga disemarakkan dengan hadirnya para peserta O2SN. Termasuk juga di dalamnya duta dari Provinsi Papua Tengah. Atlet dari Provinsi Papua Tengah yang diturunkan diantaranya, Harun Daud Gobai dari SMK N 1 Nabire Cabor atletik, Wulan Iriani dari SMKN 1 Nabire Cabor bulutangkis, Syahrul Gunawan dari SMKN 1 Nabire Cabor bulutangkis, Irwan Gawe dari SMKN 1 Nabire Cabor renang, Mince Kadepa dari SMKN 1 Nabire Cabor atletik, Liza Rahmadani dari SMKS Almadina Cabor silat, Muhaimin Zain dari SMKS Almadina Cabor silat, Noperianus Wonda dari SMKN 1 Nabire Cabor karate, Daniel Delpian Iyai dari SMAN 2 Nabire Cabor silat, Fikri Anggun Sholehah dari SMAN 2 Nabire Cabor silat, Marsela Maker dari SMA Negeri 1 Nabire Cabor bulutangkis, Christ C. F. Lekatompessy dari SMAN 1 Nabire Cabor bulutangkis, Kori Neka Mbaubedari dari SMAN 3 Nabire Cabor karate, Iyanugrah Saragih dari SMAN 3 Nabire Cabor karate, Benediktus Tsolme dari SMA YPPK Tigaraja Timika Cabor atletik, Yosefa Ikako dari SMA YPPK Tigaraja Timika Cabor atletik, Fransina Tukani dari SMAN 1 Mimika Cabor renang, dan Nurhererani dari SMA 6 Nabire Cabor renang.
Dalam sambutannya Dede Yusuf mengatakan, satu tahun yang lalu pihaknya membuat undang-undang keolahragaan undang-undang 11 tahun 2022 revisi dari undang-undang sebelumnya. Kata dia, negara begitu besar mengeluarkan dana untuk olahraga hanya untuk membuat event selama satu minggu.
“Membangun yang namanya tempat-tempat sport dan itu dana yang dikumpulkan dari masyarakat. Selesai satu minggu setelah itu hampir tidak ada kegiatan. Bayangkan bagaimana anggaran yang diberikan proses pembinaan dan pembibitan bagi para Cabor begitu minim,” tuturnya.
Lebih lanjut dikatakan, olahraga ini terbagi dalam tiga kategori. Olahraga pendidikan. Olahraga pendidikan ini tempatnya di sekolah, tempatnya di kampus tujuan utamanya adalah pembibitan. Pembibitan ini mencari bibit-bibit dari keolahragaan, dan juga pendidikan karakter berjuang, kejujuran, berkompotisi, bergotong royong dan komitmen.
Olahraga masyarakat, tujuan untuk berkomunikasi dengaan siapapun, dan juga bertujuan untuk mencari kemudahan. Selain itu juga untuk menyalurkan hobi dan bakat dan menjadi prestasi. (feb)
Bagikan artikel ini



