Para Napi Diharapkan Jadi Corong Kebenaran
NABIRE - Terhitung sejak 9 September hingga 11 September 2024, pihak Yayasan Jaringan Pria Papua yang berada di Ibukota Provinsi Papua Tengah telah melaksanakan pembinaan kesegaran Rohani yang diikuti 21 Narapidana (Napi) yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nabire.

NABIRE - Terhitung sejak 9 September hingga 11 September 2024, pihak Yayasan Jaringan Pria Papua yang berada di Ibukota Provinsi Papua Tengah telah melaksanakan pembinaan kesegaran Rohani yang diikuti 21 Narapidana (Napi) yang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nabire.
Pada acara penutupan yang berlangsung di Gedung Gereja Patmos dalam Lapas Nabire, Rabu (11/9/2024), Yan Nawipa selaku Kepala Seksi Kamtibmas Lapas Nabire mengatakan, dalam hidup manusia membutuhkan tubuh dan jiwa yang sehat, sehingga kegiatan pembinaan mental spiritual bagi warga binaan LP Kelas IIB ini sangat luar biasa.
Kegiataan pembinaan mental spiritual yang dilaksanakan selama tiga hari oleh Yayasan Jaringan Pria Papua berjalan hanya karena tuntunan dan kebolehan Tuhan.Untuk itu, kepada 21 Napi yang telah mengikuti kegiatan pembinaan mental rohani ini, ke depan diharapkan menjadi corogn kebenaran bagi diri, keluarga dan juga teman serta masyarakat luas.
Sehingga pihak LP Nabire menilai kegiatan ini sebagai bentuk pembinaan yang dilaksanakan secara khusus bagi para tahanan dan kegiatan ini sangat penting dan luar biasa. Karena selaku orang percaya pimpinan LP Kelas IIB Nabire sudah bisa menilai, bahwa apa yang kita ingin dalam hidup ini akan secara otomatis dijawab oleh Tuhan.
Untuk itu, diharapkan kegiatan itu tidak berakhir sampai di sini, tetapi akan berlanjut terus dan dijadwalkan dalam program jangka pendek akan dilakukan kegiatan yang sama dalam satu bulan sekali dan program jangka panjangnya dalam satu tahun dua kali dilaksanakan agar mental rohani warga binaan terus dituntun oleh Tuhan, karena tidak gampang seorang pria sejati menjadi corong kebenaran.
Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua Wilayah Kem Pria Kristen Papua yang juga pengurus Yayasan Jaringan Pria Papua, Pendeta Denny Polii dalam sambutannya mengatakan, kegiatan pelayanan yang dilaksanakan Yayasan Jaringan Pria Papua selama tiga hari ini dinilai sangat penting, karena peran suami dalam keluarga sebagai imam dan kepala keluarga.
Untuk itu, kehadiran tim dari Yayasan Jaringan Pria Papua bukanlah sebuah kebetulan, tetapi ini merupakan rencana Tuhan dan 21 peserta yang telah mengikutinya dari pembukaan sampai terakhir merupakan orang–orang pilihan Tuhan yang diutus untuk mengikuti kegiatan pembinaan mental spiritual, sehingga kepada 21 peserta yang mengikuti kegiatan diharapkan menjadi corong kebenaran dari diri, keluarga dan juga sesama kita yang lain.(des)
Bagikan artikel ini



