NABIRE - Rasa tanggung jawab untuk memerangi sampah di Kabupaten Nabire cukup tinggi, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya kegiatan-kegiatan pembersihan sampah di kota Nabire yang di lakukan oleh pegawai dan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Nabire sejak Yosef Benyamin Yembise,SH.,MH  ditugaskan sebagai Kepala LP Nabire.   Namun kegiatan kebersihan perangi tumpukan sampah di Kota Nabire alias di tempat-tempat umum seperti Pantai Nabire, Taman Gizi, Terminal Oyehe, Pasar Sore KPR Nabarua dan sejumlah tempat lainnya tidak didukung dengan  peralatan trasportasi, seperti truck sampah maupun motor roda tiga (Motora), sehingga dalam memerangi sampah yang dilakukan selama ini dianggap belum maksimal. Untuk itu dirinya meminta dukungan kendaraan transprtasi sampah dari Pemerintah Kabupaten Nabire, sebab selaku Kalapas dirinya bersama pegawai dan penghuni LP Nabire sudah siap perangi sampah yang kini ada dimana-mana dalam kota Nabire. Karena dirinya menilai kebersihan kota dari rumput hingga sampah menjadi tanggung jawab bersama. Selaku anak printis yang lahir dan besar di Nabire, melihat tumpukkan sampah di tempat-tempat umum dan jalan-jalan membuat dirinya bersama pegawai dan penghuni ingin sekali untuk berantas atau perangi sampah-sampah tersebut, namun yang menjadi kendala atau hambatan adalah dukungan transportasi angkutan sampah dari Pemerintah Kabupaten Nabire. Dikatakan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nabire  Yosef Benyamin Yembise kepada Papuapos Nabire Rabu (15/4) di Pantai Nabire saat melakukan pembersihan sampah. Lanjutnya, jika pegawai dan penghuni LP Nabire menyatakan siap perangi sampah yang ada di tempat-tempat umum, namun kami tidak miliki transportasi angkutan sampah, sehingga selama ini sampah yang dibersikan tidak tuntas alias diangkat ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) yang ditentukan. Untuk itu kami pegawai dan penghuni LP Nabire sangat membutuhkan bantuan dan dukungan transportasi angkutan sampah dari Pemerintah Kabupaten Nabire agar sampah yang ada diperangi hingga tuntas walaupun itu bukan satu atau dua kali kerja ”Secara fisik atau tenaga kami LP siap perangi sampah, namun sarana transportasi kami tidak punya,” tutur Yembise. Sehingga untuk perangi sampah yang ada dimana-mana dalam kota ini bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah saja, akan tetapi tanggung jawab semua lapisan masyarakat dan kami pegawai dan penghuni alias Narapidana siap menjadi ujung tombak untuk tuntaskan dan perangi sampah agar Nabire tetap menjadi kota idaman dan kota tujuan dari berbagai macam pihak. Karena Nabire merupakan pintu masuk dan keluar bagi 6 kabupaten wilayah pegunungan yakni, Kabupaten Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Mulia dan Kabupaten Puncak (Ilaga red-), sementara dari timur pintu masuk bagi Kabupaten Waropen, Yapen dan Biak, dari barat Kabupaten Teluk Wondama, Manokrawi, Sorong dan beberapa kabupaten lainnya. Untuk itu marilah pemerintah mendukung kami pihak LP dengan alat trasnportasi angkutan sampah dan biarlah kami pegawai dan Narapidana LP Nabire yang menjadi ujung tombak dalam memerangi sampah dari waktu ke waktu. Sebab sampah merupakan musuh besar yang membawa penyakit bagi kita masyarakat Nabire. (des)