NABIRE - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Nabire melaksanakan peluncuran buku Kaleidoskop Pencapaian Pembangunan Kabupaten Nabire, tahun 2022-2023 dalam angka dan tabel tentang kinerja pemerintah daerah selama dua tahun kepemimpinan Bupati Mesak Magai, S.Sos.,M.Si dan Wakil Bupati Nabire, Ismail Djamaluddin, Rabu (20/11/24) bertempat di ruang Kominfo Kabupaten Nabire.

Pada kesempatan itu, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Nabire, Yermias Degei, S.Pd.,I.Kom mengundang berbagai wartawan siaran media pers yang ada di daerah ini guna menjelaskan dihadapan pers, bahwa Dikominfo salah satu OPD membantu bupati yang mengelola atau melaksanakan tugas di bidang komunikasi dan informatika.

"Karena itu tugas kami salah satunya adalah sebagai wali data kabupaten, kami harus mencari dan mengolah data kondisi pembangunan setiap tahun ini mesti tugas kami. Kami sengaja luncuran buku ini, karena ini pertama kali dilakukan, kami merasa bahwa pembangunan tanpa data itu tidak akan tau, jika ini merasa penting seperti apa dan bagaimana kita mau gunakan kedepan,” kata Degei.

Dirinya menyampaikan ke publik, bahwa buku ini telah disusun dalam angka dan tabel. "Dalam angka dan tabel memang kami menyusung ini optimis. Jadi masyarakat bisa baca buku ini, kalau situasi politik, orang menganalisa politisir, tapi kami secara obyektif dengan mekanisme rumus yang berlaku internasional, karena itu ada bagian-bagian tertentu kami sajikan perlu menjadi target." katanya.

Itulah data yang sajikan data rill sehingga itu menjadi catatan untuk pembangunan ke depan. Jadi intinya buku ini, memuatnya beberapa bagian jadi memuat tentang beberapa aspek pembangunan mulai dari sejak kondisi geografi, demokgrafi, kondisi sosial budaya, kondisi pemerintahan, potensi sumber daya alam, kondisi perekonomian serta laporan obyektif dan menyeluruh atas pencapaian lima misi yang usung oleh Bupati Mesak Magai dan Wakil Bupati Ismail Djamaluddin di tahun 2022 sampai 2024.

Lankjutnya, pencapaian intekritas setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai dengan pencapaian. "Jadi bagian pertama kita menyajikan tentang gambaran umum, kemudian bagian kedua itu ringkasan ekosis pencapaian makro pembangunan, kemudian bagian berikutnya, itu kami sajikan evaluasi obyektif terkait dengan lima bidang misi pertama pencapaian tentang rumus-rumusan perhitungannya, dan kemudian bagian keempat kami sajikan pencapaian pembangunan dari OPD layanan kualitas dasar," jelasnya.

Dengan adanya informasi yang lengkap dan terperinci, diharapkan buku ini dapat membantu perancangan dan evaluasi kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Buku ini diharapkan dapat memfasilitasi keterlibatan masyarakat dengan memberikan informasi yang relevan, sehingga masyarakat dapat memberikan masukan yang konstruktif dan berperan aktif dalam proses pembangunan daerah.

Rasionalisasi IPM Kabupaten Nabire, keberhasilan pembangunan suatu daerah tidak hanya diukur oleh tingginya pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas manusia. IPM dibentuk dari tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan serta standar hidup layak. "Angka IPM Kabupaten Nabire terus meningkat setiap tahunnya, pada tahun 2021 IPM Kabupaten Nabire mencapai 69,15%," ujar Degei.

Tahun 2022 meningkat menjadi 69,91%. Tahun 2023 meningkat lagi menjadi 70,83%. Jadi pada tahun 2023, IPM Kabupaten Nabire telah masuk dalam rentang 70 hingga 80 atau masuk kategori IPM tinggi. Evaluasi pencapaian lima misi periode 2022-2023, misi pertama menciptakan harmonisasi kehidupan sosial, stabilitas keamanan dan kenyamanan menunjukan bahwa, capaian kinerja pemerintah daerah pada target yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Nabire, 2021-2023 misi pertama selama dua tahun secara umum sangat tinggi, yaitu tahun 2022 mencapai 120,87% dan tahun 2023 mencapai 144,08%.

Tiga dari empat indikator selama dua tahun sangat tinggi dan indikator etnis, suku, agama, Ormas dan LSM yang mengalami pendidikan politik dan wawasan kebangsaan masih tergolong rendah, sehingga memerlukan perhatian pada tahun mendatang. Meningkatkan kedaulatan ekonomi kerakyatan yang berbasis potensi dan kearifan lokal pada capaian kinerja pemerintah daerah pada target yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Nabire.

Ketiga persentase sedang, yaitu pada tahun 2022 mencapai 71,37% dan pada tahun 2023 mencapai 75,05%, walaupun persentase sedang, dibandingkan dengan kondisi awal tahun 2020/2021, maka pada tahun 2022 dan 2023 telah berkembang dengan baik.

Terdapat beberapa indikator kinerja dengan nilai rendah dan beberapa sasaran sangat tinggi sehingga apabila dilihat dari keseluruhan capaian kinerja pemerintah daerah baik. "Hal ini dapat terlihat dari capaian kinerja pada hampir semua sasaran mendapatkan nilai yang sangat tinggi,” pungkasnya.(modes)