Pembangunan 9 Unit Rumah di Siriwini Rampung dan Siap Huni
NABIRE - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Nabire sudah merampungkan pembangunan sembilan unit rumah di Siriwini pada bulan Desember 2024, dan pembangunan yang diprogram pada tahun 2024 tersebut sudah siap huni.

NABIRE - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Nabire sudah merampungkan pembangunan sembilan unit rumah di Siriwini pada bulan Desember 2024, dan pembangunan yang diprogram pada tahun 2024 tersebut sudah siap huni.
Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Disperkim Nabire, Pontianus Petege, S.Ag, ketika ditemui wartawan Papuapos di ruang kerjanya, Rabu (19/02/2025).
Dirinya juga menyampaikan, program pembangunan perumahan tersebut berukuran 5 kali 6 meter yang diperuntukkan khusus Orang Asli Papua (OAP) dan kini telah ditempati oleh penerima manfaat.
Selain itu, lanjut Pontianus, pembangunan rumah ini didanai sepenuhnya oleh dana Otonomi Khusus (Otsus). Setiap unit rumah dibangun dengan biaya sebesar 200 juta rupiah sebelum dipotong pajak. Pembangunan perumahan ini telah rampung pada bulan Desember 2024 lalu.
“Kami sangat senang dan bersyukur program perumahan ini dapat berjalan dengan lancar dan selesai tepat waktu. Semoga rumah-rumah ini dapat bermanfaat bagi masyarakat asli Papua di Siriwini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kepala dinas menjelaskan, program perumahan ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat asli Papua di Nabire. Ia berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Pemerintah daerah akan terus berupaya untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat, khususnya masyarakat asli Papua. Program perumahan ini adalah salah satu bentuk komitmen kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Di tahun 2025, Disperkim Nabire berencana untuk melanjutkan program perumahan dengan merehabilitasi 53 unit rumah di Topo, Nabire. Program ini juga akan diperuntukkan bagi masyarakat asli Papua.
“Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat di Nabire. Selain pembangunan rumah baru, kami juga akan melakukan rehabilitasi rumah-rumah yang sudah tidak layak huni,” jelasnya.
Program rehabilitasi rumah tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat asli Papua yang tinggal di Topo untuk memiliki hunian yang lebih layak dan nyaman. Dinas Perumahan Nabire akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan program ini dapat berjalan dengan sukses.
“Kami akan melibatkan berbagai pihak terkait, seperti tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan kontraktor, untuk memastikan program rehabilitasi rumah ini dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” pungkasnya.(amd)
Bagikan artikel ini



