NABIRE - Peran Bulog sangat penting untuk mengurangi inflasi di Provinsi Papua Tengah. Beberapa hari Bulog Siaga berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) di Pantai Nabire Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah, Jumat (13/07/2024).


Kepala Bulog Nabire Dedi mengatakan BI memberikan peluang untuk sama-sama berkolaborasi dalam program Bulog Siap Amankan Harga Pangan (Siaga) dalam tiga minggu ini sudah berjalan dan di hari Rabu dan Kamis lokasi lapak Bulog di Pantai Nabire.


Bulog siaga menyediakan beras, gula, minyak goreng dan tepung terigu. Lanjut Dedi, kolaborasi dengan BI dalam penggunaan Qris, dan setiap transaksi itu dibebaskan bisa beli beras, beli gula, beli tepung terigu dan minyak goreng.


Dedi menambahkan, penggunaan transaksi Qris bisa mendapatkan satu kilo gram gula dan minyak goreng 900 ml. Selain kegiatan ini juga ada stabilisasi harga pangan dan Bulog membuka diri kepada seluruh lapisan masyarakat dan harus bisa bermitra dengan Bulog. Jadi pihak Bulog yang menyalurkan beras untuk bisa disalurkan ke masyarakat dan pasar.


Lanjutnya, dalam bermitra dengan Bulog tidak harus punya lapak, Bulog juga bisa menyalurkan ke rumah-rumah dan kelurahan. Ada juga dalam arti ketika dia menjual beras tersebut itu dengan harga tinggi, harga yang ditetapkan oleh pemerintah seperti  Harga Eceran Tertinggi (HET), dan mereka juga harus punya komitmen agar tidak menjual harga yang melebihi.


Selain itu juga Dedi mengatakan, mendukung pemerintah melalui penjualan pangan harga murah, yang sering diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan baik di kabupaten maupun provinsi.


Imbuhnya, sementara untuk program Bulog sendiri memang tidak bersanding dengan distributor lain, tujuannya Bulog dalam kegiatan ini untuk mengurangi inflasi di Provinsi Papua Tengah di Nabire inflasi di bulan Juni itu cukup tinggi, sehingga ini menjadi konsep Bulog untuk program ini, contoh seperti beras mengalami kenaikkan, sehingga program Bulog ini mengurangi harga beras tinggi agar harga beras tidak tinggi lagi.(feb)