NABIRE - Ibadah syukur memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Papua (GKIP) Jemaat Bethel Nabire, dilaksanakan Selasa (15/7) lalu. Perayaan dengan sorotan thema Melalui Hut Bethel yang ke-33 kita menuju perubahan untuk menjadi kuat dan sub thema demikianlah hendaknya terangMu bercahaya didepan orang banyak supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga (Matius 5:16). Maksud dan tujuan HUT untuk mensyukuri dan memuliakan Tuhan atas berdirinya Gereja Kingmi Jemaat Bethel. Selain itu, untuk tetap menjaga eksistensi dalam melaksanakan Tri Panggilan Gereja. Serta pencanangan ke depan untuk membangun gereja yang kuat/berkualitas.Ibadah HUT dihadiri kurang lebih 890 jiwa yang terdiri dari Muspida, tokoh-tokoh adat, anggota jamaat, simpatisan serta pimpinan dedominasi gereja lainnya. Acara berlangsung pada pukul 09.00 WIT berjalan aman dan damai.Acara diawali nyanyian Mars Sinode GKIP dilanjuti pembacaan sejarah gereja oleh Pendiri Gereja/Tokoh Gereja, Yance Tebay. Isi sejarahnya berawal dari tanggal 15 Juli 1981 gereja ini mulai dirintis setelah beberapa tahun lamanya bergabung dengan Jemaat Maranatha. Kini hasil buah pikir dari beberapa anak Tuhan asal Paniai Barat Obano diantaranya Yance Tebay, Alm. Matias boma, Markus Tebay, Simson Pigay, Paulus Pigay, Ananias Boma, Jemi Pigome, Alm. Jhoni Tebay, Izhak Pigai, Alpius Pigay, Ester Yatipai, Amos Pigai, Alm. Markus Gobay, Martinus Pakage, Alm. Marthen Tatogo, Alm. Herman Tatogo dengan semangatnya dan benar-benar menyerahkan dirinya kepada Tuhan dan mulai berencana merintis Gereja Kingmi Bethel Nabire yang beralamat di Pemukiman Resetlemen atau sekarang disebut dengan nama Karang Timur Jalan Baduda Auri.Saat itu musim kemarau di Jalan Trans Papua ini baru memasuki Bukit Gedo mulai dari Kali Wadio saat itu menjadi lahan yang disediakan Tuhan untuk  mengambil tiang-tiang dan kayu buah untuk membangun Gereja Bethel dengan besaran modal dua ratus lima puluh ribu rupiah. Setelah membangun Gereja Perintis dari bahan lokal, natal pertama dirayakan pada tanggal 24 Desember 1981 dan Natal gabungan ikut bergabung di Jemaat Maranatha dan Jemaat Kingmi Imanuel Kampung Bou Nabire.Dasar Pelayanan Jemaat Bethel adalah Empat Injil Berganda yaitu Mahkota yang artinya Yesus sebagai Raja yang akan datang, Salib yang artinya Yesus sebagai Juru selamat atau Penebus Dosa, Cangkir yang artinya Yesus sebagai Penyembuh, dan Cawan yang artinya Yesus sebagai Pengudus. Inilah sekilas sepak terjang pelayanan yang sudah dijalankan dan sedang berlangsung hingga mencapai usia yang ke-33 dan pelayanan akan terus berjalan hingga Tuhan Yesus datang.Pada acara ulang tahun jemaat Bethel yang ke-33 melalui refleksi singkat yang disampaikan oleh Pdt. Oilah Mordekai, S.Th selaku sekertaris Klasis Kingmi Nabire yang terambil dalam Matius 5:13-16, dengan thema : Gereja yang kuat, mengawali khotbanya dikatakan bahwa Iman perlu ditumbuhkan dengan pengetahuan. Lebih rinci dalam kotbahnya dikatakan bahwa Gereja harus tetap kuat. Karena gereja merupakan salah satu lembaga yang kokoh dan kuat. Dalam arti, gereja yang kuat adalah gereja yang mengerti panggilan Allah yakni Tripanggilan Tuhan/Geraja yaitu Koinonia, Marturia dan Diakonia, untuk menjadi saksi–saksi. Karena kita adalah Garam dan Terang Dunia dimanapun kita berada dan apapun status kita. Baik itu di kantor, sekolah, di rumah, gereja maupun di masyarakat.Dalam khotbanya mengajak kita untuk bersama-sama bergandengan tangan melayani dalam pekerjaan Tuhan dalam Tripanggilan Allah/Gereja. Karena gereja yang kuat adalah gereja yang mengerti panggilan Tuhan sesuai dengan Tripanggilan Tuhan dan gereja yang kuat juga adalah gereja yang mengerti fungsi panggilan Tuhan. Ketua Klasis Nabire, Pdt. Thomas Degei, S.Th dalam sambutannya yang disampaikan Sekertaris Klasis Pdt. Oilah Mordeka, S.Th, mengajak umat maupun undangan yang turut hadir dalam HUT agar bersama-sama genapi janji Tuhan untuk bersatu untuk melayani agar kita menjadi berkat bagi Tanah Papua khususnya Kota Nabire. Mengakhiri sambutannya dikatakan dengan tegas bahwa sekali Yesus tetap Yesus, sekali Kingmi tetap Kingmi dan maju terus taburi injil Tuhan pantang menyerah hingga Maranatha.  Sambutan yang disampaikan Penasehat Jemaat Bethel Decki Kayame, SE, menyebutkan, dari runtuh kepada reruntuhan tempat-tempat ibadah yang dipora-porandakan oleh gempah bumi maka jemaat Bethel tidak patah semangat dalam membangun Bait Allah. Walaupun bangunan ini yang ketiga tetapi oleh semangat dan kebersamaan inilah yang dapat kita saksikan bersama-sama diusia yang ke-33 dengan gereja yang permanen ini. Sehingga wujudnya berubah menjadi kuat dari spiritual tidak dapat diukur oleh kaca mata. Tetapi dapat kita lihat dari kepribadian, yaitu menjadi garam dan terang dunia maka surga juga akan tercipta dalam kepribadian kita.Di akhir sambutannya dikatakan, pegang baik-baik semua itu jadikan itu pintu kebaikan untuk mendatangkan rejeki dalam hidup kita. Wakil Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos dalam sambutannya mengatakan, ada beberapa daerah yang menjadi fokus kita untuk dijangkau. Oleh karena gereja sebagai mitra kerja pemerintah untuk menyampaikan injil Tuhan sesuai dengan Tripanggilan Gereja/Tuhan yaitu jadikanlah seluruh bangsa muridku. Mesak Magai mengatakan, surga dimiliki oleh semua orang tetapi pahala dimiliki oleh masing-masing orang sesuai dengan perbuatannya.Pada pengujung acara diadakan pemotongan kue ulang tahun yang ke-33 dan dilanjuti dengan penyerahan 2 unit sepeda motor kepada kedua Hamba Tuhan Pdt. Mikha Tebai, S.Th dan Ev. Mesak Boma, S.Th guna menunjang dalam pelayanannya. Sepeda motor itu diserahkan langsung oleh Ketua Majelis Jemaat Bethel Nabire, James Pigai, S.Sos, sebagai symbol rasa ucapan syukur dari para pendiri gereja, pioner, majelis jemaat, panitia HUT serta umat Kingmi jemaat Bethel Nabire yang diwakili oleh ketua panitia HUT Jemaat Bethel, Martinus Uti, S.km menyerahkan santunan berupa satu ton beras kepada duda janda anak-anak yatim piatu berjumlah 50 orang khusus bagi mereka yang beribadah di Jemaat Bethel Nabire. Dalam mengakhiri seluruh rangkaian acara ditandai dengan pelepasan balon gas sebagai simbol ucapan syukur kepada Tuhan, Dirgahayu GKIP Jemaat Bethel Nabire yang Ke-33. (Boma)