NABIRE - Pihak Aquanab menyesali penyebaran berita acara hasil pemeriksaan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.


Data yang diterima media ini, menyebutkan pemeriksaan telah dilakukan oleh dinas terkait, seperti Dinas Perindustrian Kabupaten Nabire untuk melakukan audit di tanggal 10 Juli 2024, perbaikan pun telah dilakukan seperti memperbaiki atap dan lantainya diganti dengan epoxy serta untuk berita acara yang telah tersebar ini sifatnya terbatas atau rahasia.


Pantauan Papuapos Nabire, berlokasi di Aquanab Siriwini, Selasa (16/07/2024), nampak beberapa pengerjaan yang memang sedang dilakukan, seperti memperbaiki atap dan lantainya diganti dengan epoxy lalu pengoperasiannya untuk sementara diberhentikan, karena proses perbaikan yang dilakukan oleh Aquanab.


Sebagaimana yang kita ketahui bersama telah tersebar dokumen rahasia di WhatsApp Grup (WAG), kita (Aquanab) telah melakukan perbaikan-perbaikan yang dimana terdapat di salah satu poin berita acara.


"Dalam salah satu poin berita acara yaitu melaporkan pengajuan proses penarikan pangan diberikan dalam waktu 10 hari kerja sejak penarikan pangan dimulai dan laporan akhir proses penarikan pangan diserahkan paling lambat 10 hari kerja setelah penarikan pangan selesai," salah satu poin dokumen yang tersebar.


Lalu pada poin yang lain, ketika ditemukan tidak memenuhi syarat mutu pangan tersebut dan bersih dari peredaran diberikan dalam waktu 30 hari kalender.


BPOM menjelaskan dalam pesan WhatsApp bersama Rudi Pimpinan Aquanab, bahwa berita acara yang telah tersebar sifatnya rahasia.


"Dokumen berita acara yang telah tersebar luar di WAG, ini sifatnya terbatas atau rahasia ke publik dan berada diranahnya BPOM, ketika sudah tersebar ini harusnya melanggar hukum," katanya.


"Buntut dari kejadian ini kalau produk kita tidak laku lagi di pasaran, siapa yang akan bertanggung jawab atas kerugian ini," tegasnya.


Pihak Aquanab merasa dirugikan, karena ada salah satu masyarakat inisial M yang condong memilih salah satu produk minuman dan terkesan menjatuhkan merk kami (Aquanab). "30 orang yang bekerja di Aquanab dirugikan atas kasus penyebaran berita acara tersebut," tutupnya.(edi)