Program MBG Harus Sama Dengan Program PMTAS, Langsung Dikelola Sekolah
NABIRE - Dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga saat ini belum jelas pelaksanaannya dan siapa yang mengelola dan mendistribusikannya, maka Kepala Sekolah SD YPK Is Kejne Wadio, Joko Sutomo, S.Pd mengusulkan agar program MBG harus disamakan dengan program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) yang pernah ada di sekolah-sekolah pada bebarapa tahun silam.

NABIRE - Dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga saat ini belum jelas pelaksanaannya dan siapa yang mengelola dan mendistribusikannya, maka Kepala Sekolah SD YPK Is Kejne Wadio, Joko Sutomo, S.Pd mengusulkan agar program MBG harus disamakan dengan program Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS) yang pernah ada di sekolah-sekolah pada bebarapa tahun silam.
Dimana pada masa program PMTAS dijalankan kalah itu, pemerintah pemilik program langsung menyerahkan kegiatan PMTAS itu ditangani langsung oleh masing-masing sekolah dengan ketentuan laporannya wajib disampaikan kepada pemerintah.
Untuk menu atau makanan yang disajikan dalam program PMTAS itu sesuai dengan kebutuhan dan selera makan anak dan gampang pengawasannya. Untuk itu, diharapkan program MBG yang baru disampaikan hendaknya dikelola sekolah agar tidak ribet.
Demikian dikatakan Kepsek SD YPK Is Kejne Wadio Joko Sutomo, kepada Papuapos Nabire, Sabtu (25/1/2025) di ruang kerjanya seraya menambahkan, sangat setuju dengan program MBG, tetapi sangat bagus lagi kalau pengelolaannya diatur langsung masing-masing sekolah.
Karena di semua sekolah tentunya bervariasi jumlah muridnya dan untuk saat ini SD YPK IsKejne Wadio Nabire memiliki jumlah murid sebanyak 318 murid dan apabila pengelolaan program MBG ditangani sekolah, akan disampaikan lagi ke ibu-ibu pengurus komite dan juga bisa lewat Usaha Mekro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tentunya tergantung kesepakatan.
Untuk itu, selaku sekolah yayasan yang bernaung dibawah YPK mengharapkan agar dalam program MBG disarankan agar disamakan dengan program PMTAS dan pihak sekolah yang mengelola makanan tersebut agar tidak susah dan mudah dipertanggungjawabkan.(des)
Bagikan artikel ini



