NABIRE - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program nasional yang telah dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, dinilai Kepala sekolah SMK Negeri 2 Nabire, Januarius Wakei, S.Pd sudah merupakan program yang sangat baik dan tepat.

Namun diharapkan ke depan, saat program MBG itu belum berjalan, perlu ada kejelasan pasti kepada pihak sekolah penerima manfaat dan juga kepada orangtua murid. Soal siapa yang mendanai dan siapa yang masak atau mengelola makanan itu hingga jadi.

Karena sekolah yang ada di Papua Tengah itu berbeda dengan sekolah yang ada di luar Papua dan perlu dicatat dan diingat, murid SMKN 2 Nabire lebih banyak murid anak-anak asli Papua, sehingga dalam program MBG perlu disosialisasikan dan harus ada pihak yang bertanggung jawab, jika ada masalah di kemudian hari.

Dikatakan Kepsek SMKN 2 Nabire akhir pekan lalu, jika pihak sekolah bersama orangtua murid tidak dilibatkan, kedepan ada masalah maka yang mengelola makanan harus bertanggung jawab, sehingga selaku kepala sekolah dan guru meminta ada kejelasan soal program MBG kepada pihak sekolah dan orangtua murid.

Untuk itu, selaku kepala sekolah mengusulkan, jika program MBG dianggap sulit atau sudah sebaiknya diganti dengan program Pendidikan Gratis (PG) yang dananya diserahkan langsung ke masing-masing sekolah dari jenjang pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) hingga SMA dan SMK.

Karena berdasarkan data lapangan, hampir setiap awal tahun pelajaran, orangtua murid mengeluh soal biaya pendaftaran murid baru, biaya baju seragam dan juga soal biaya SPP dan dana komite yang selalu bervariasi nilainya.

Apabila pemerintah menyetujui usulan pihak sekolah ,maka dari program PG yang diusulkan, semua kebutuhan anak disiapkan oleh masing-masing sekolah berdasarkan jumlah murid yang baru mendaftarkan diri, mulai dari baju seragam olahraga, pramuka, baju batik dan juga buku-buku panduan pembelajaran.(des)