NABIRE - Berdasarkan data yang diperoleh media Papuapos Nabire di beberapa sekolah, menyebutkan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) secara khusus untuk para murid yang ada di Kabupaten Nabire akan bertahap dan untuk tahap pertama ini hanya 3.000 murid saja, untuk itu ketika wartawan menemui Kepala sSekolah SMP Negeri 4 Nabire, H. Suwandi, S.Pd.,M.Pd, Jumat (17/1/25) di ruang kerjanya mengatakan, jika program makanan bergizi gratis dilaksanakan secara bertahap, sesungguhnya hal itu akan membangun kecemburuan antar sekolah.

Sehingga, selaku kepala sekolah yang akan menerima program makanan bergizi gratis mengharapkan adanya kajian lebih lanjut agar program makanan bergizi gratis yang merupakan program nasional ini tidak boleh dilaksanakan secara bertahap bagi para murid yang ada di Kabupaten Nabire.

“Mau beri makanan bergizi gratis harus serentak di semua sekolah yang ada di Kabupaten Nabire mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK)/ Pendidikan Usia Dini (PAUD) hingga SMA/SMK dan jangan juga memakai istilah ujicoba,” ujarnya.

Dengan demikian sebelum program ini dilaksanakan harus ada kajian secara baik melalui sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, karena pendidikan tidak bicara soal gizi. Karena dari hasil kajian itu akan lahir berbagai pandangan dan pendapat, yang pada intinya terkait dengan sistim pengelolaan, juga sistim pendistribusian makanan bergizi gratis.

Menurutnya, lebih baik lagi kalau program makanan bergizi gratis dapat dikembalikan lagi pengelolaannya ke masing-masing sekolah dan sekolah akan bekerja sama dengan pihak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dicontrol langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di masing-masing sekolah.

Sehingga, selaku kepala sekolah yang akan menerima manfaat dari program makanan bergizi gratis menilai program makanan bergizi yang dikuncurkan oleh Pemerintah Pusat, terlihat sudah bagus tetapi lebih bagus lagi kalau tepat sasaran. (des)