NABIRE - Program pandai berhitung Gampang Asik dan Menyenangkan (Gasing) fase III tingkat Kabupaten Nabire telah dibuka pada 26 September 2024 lalu oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Rita Dessy Fauziah Ananda, ST, diikuti 192 peserta yang terdiri dari para guru.

Kegiatan pandai berhitung Gasing fase III berlangsung di Kabupaten Nabire dipusatkan di SMP Negeri 6 Nabire, yang terletak di Kampung Samabusa Distrik Teluk Kimi dan dijadwalkan akan berlansung selama 17 hari dan akan berakhir pada 15 Oktober 2024 mendatang.

Dimana kita ketahui bersama, kegiatan program Gasing yang sedang berlangsung di 8 kabupaten sewilayah Provinsi Papua Tengah ini merupakan hasil kerjasama antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah dengan Yayasan Teknologi Indonesia Jaya, guna mengejar ketertinggalan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Papua Tengah.

Dikatakan Koordinator Program Pandai Berhitung Gasing Fase III Kabupaten Nabire, Delina Purnama kepada Papuapos Nabire, Sabtu (28/9/2024) di Samabusa, untuk kegiatan program pandai berhitung Gasing fase III di Nabire, pihak Yayasan Teknologi Indonesia Jaya menurunkan 11 trainer dari seluruh nusantara dan didukung juga oleh 7 tenaga trainer lokal.

Selaku tenaga–tenaga trainer yang dipercayakan pihak Yayasan Teknologi Indonesia Jaya, tetap berkomitmen untuk membangun dunia pendidikan di 8 kabupaten se-Provinsi Papua Tengah melalui program pandai berhitung Gasing. Untuk itu, diharapkan dari 12 guru yang dibina dan latih ini ilmunya akan ditularkan kepada para peserta didik di masing–masing sekolah.

Karena selaku orang–orang yang dipercaya untuk membina para guru di Nabire melalui program pandai berhitung Gasing fase III ini. "Kami selalu ingat akan pesan Prof. Yohanes Surya bahwa tidak ada murid yang bodoh, tetapi yang ada guru belum menemukan jalan keluar yang tepat untuk mendidik dan mencerdaskan anak-anak bangsa," tambahnya.

Untuk itu, selaku koordinator tim program pandai berhitung Gasing fase III tingkat Kabupaten Nabire, telah berkomitmen bersama 18 trainer untuk memaksimalkan waktu 17 hari memberikan materi agar para guru kembali ke tempat tugas, bukan saja ilmu itu dibagikan kepada teman sesama guru, tetapi lebih penting di tarnsfer lagi ke para murid dimana guru itu bertugas.(des)